Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Tradisi Bejanggeran yang masih dilestarikan oleh masyarakat suku Sasak di Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, menjadi sorotan dalam kajian ini karena dampaknya yang signifikan terhadap karakter remaja. Sebagai bagian dari upacara Begawe yang diadakan untuk berbagai acara seperti pernikahan dan khitanan, Bejanggeran sering kali diiringi dengan pertunjukan seni yang menarik. Namun, meskipun tradisi ini sangat digemari, pelaksanaannya sering kali disertai perilaku yang kurang pantas, seperti tarian yang bersifat erotis, konsumsi minuman keras, dan kericuhan di antara penonton, yang dapat memengaruhi perilaku remaja secara negatif. Di sisi lain, tradisi ini juga memiliki dampak positif, seperti menumbuhkan semangat gotong royong, mempererat tali silaturahmi, dan memberikan pengetahuan tentang kearifan lokal kepada remaja yang terlibat. Oleh karena itu, penting bagi keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa untuk berkolaborasi dalam meminimalisir dampak buruk dari tradisi ini. Dengan memberikan pendidikan yang baik, mengatur pelaksanaan tradisi, dan melibatkan remaja dalam kegiatan positif, diharapkan karakter remaja dapat terbentuk dengan baik meskipun mereka terpapar pada sisi negatif dari tradisi Bejanggeran.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.