Begug Purnomosidi (lahir 8 Februari 1946) adalah seorang birokrat, politikus, seniman, dan tokoh kebudayaan Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Wonogiri selama dua periode dari tahun 2000 hingga 2010 [1]. Ia dikenal sebagai pelopor kebijakan ekonomi kerakyatan otonom daerah pasca-reformasi serta diplomat seni yang membawa kebudayaan lokal Reog Ponorogo mendunia [2].
Gelar Kehormatan
Atas dedikasi dan kontribusinya yang besar dalam merawat serta melestarikan kebudayaan Jawa di wilayah Solo Raya, Begug Poernomosidi dianugerahi gelar kehormatan ningrat tingkat tinggi dari istana Keraton Surakarta Hadiningrat. Ia resmi menyandang gelar K.P.A.A. (Kanjeng Pangeran Arya Adipati) Condrokusumo Suro Agul-Agul[3]. Nama kebesaran "Suro Agul-Agul" ini merujuk pada gelar kepahlawanan keprajuritan historis di era Kesultanan Mataram.
Pendidikan
Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Kabupaten Wonogiri (SR, SMP, SMA). Serta menempuh pendidikan tinggi bidang hukum di Universitas Tjokroaminoto. Pada tahun 1997, ia dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dari Pacific Western University, Amerika Serikat [4].
Kebijakan Pemerintahan dan Ekonomi Kerakyatan
Selama masa jabatannya sebagai Bupati Wonogiri, Begug Poernomosidi menggalakkan sistem pemberdayaan masyarakat dan keterlibatan publik arus bawah melalui prinsip ekonomi kerakyatan. Salah satu terobosan utamanya dalam penguatan ketahanan ekonomi komunitas terkecil adalah program dana hibah senilai Rp500.000 per Rukun Tetangga (RT) yang disalurkan kepada 6.897 RT di seluruh Kabupaten Wonogiri guna mendirikan badan usaha Koperasi Rukun Tetangga [4]. Di bidang infrastruktur budaya, ia memprakarsai berdirinya Museum Wayang Indonesia di Wuryantoro yang diresmikan pada tahun 2004 [5].
Kesaksian Konflik Keraton Surakarta
Di luar karier birokrasinya, Begug Poernomosidi sempat memberikan kesaksian penting dalam dinamika internal Konflik Keraton Surakarta. Pada September 2013, sebuah rekaman video kesaksian (testimoni) berdurasi 11 menit milik Begug Poernomosidi beredar luas di situs YouTube [3].
Dalam video testimoni tersebut, Begug memberikan clarification penting mengenai peristiwa pembukaan pintu gerbang Keputran Kompleks Keraton Surakarta yang melibatkan kendaraan pribadinya. Begug menegaskan secara objektif bahwa aksi tersebut merupakan langkah darurat yang murni didasari atas perintah langsung dari Sri Susuhunan Pakubuwana XIII yang saat itu tengah menderita sakit dan berada dalam kondisi terkurung di dalam kediamannya sendiri oleh friksi internal keluarga [3]. Kesaksian publik ini menjadi salah satu rujukan krusial yang menggambarkan rumitnya penyelesaian prahara adat istana kala itu [3].
Rekam Jejak Aktivitas dan Organisasi
Bidang Kesenian dan Kebudayaan
Begug memiliki rekam jejak yang panjang dalam misi kebudayaan nasional dan internasional [4]:
Pimpinan "RELUNG PAKIS" pada Lomba Dekorasi Dalam dan Luar Ruangan (Juara Umum, 1972 & 1973).
Panitia Pekan Wayang Indonesia III (1978) & IV (1983).
Pendiri dan Ketua Umum Yayasan "SADUPI" (Sarana Duta Perdamaian Indonesia) (1984).
Penyelenggara Festival Jaipong se-DKI Jakarta (1984) serta Festival Reog Ponorogo se-DKI Jakarta (1984 & 1987).
Pimpinan Misi Kesenian Indonesia (SADUPI) ke London (1985), Cekoslovakia (1988), India (3 kali), Malaysia (3 kali), Rusia (1992, 1993, 1994), serta Expo 92 di Spanyol.
Delegasi Festival Kesenian di Venezuela (1993 & 1994).
Pimpinan Kontingen Indonesia dalam Tournament of Roses di Pasadena, Amerika Serikat, dan berhasil meraih Trophy "Grand Marshall" (1994/1995).
Ketua Umum Reog se-Indonesia dan Ketua Panitia Parade Akbar Reog Ponorogo se-Indonesia (1992 & 1995).
Ketua Umum Wonogiri International Festival 2001.
Bidang Olahraga
Di bidang olahraga, ia aktif menginisiasi bela diri dan memimpin federasi catur nasional [4]:
Pendiri Pencak Silat "SAKURA" dan Perkumpulan Anggar "SENOPATI".
Ketua Penyelenggara Porseni GSNI antar Pelajar se-Karesidenan Surakarta.
Manajer Tim Catur DKI Jakarta pada Kejurnas Catur (1980 & 1982) dan PON X (1981).
Chief de Mission Kontingen Catur Indonesia pada Kejuaraan Catur Beregu antar Kota se-Asia di Hongkong (1981), Olimpiade Catur di Swiss (1982), dan Olimpiade Catur di Yunani (1984).
Pendiri YISS 80 Chess Club dan PB PERCASI Delegasi Indonesia pada Kongres Catur Internasional (FIDE) di Atlanta, AS (1981).
Ketua Harian PB PERCASI periode 1982–1986 dan Ketua Panitia Grandmaster Internasional I, II, & III (1982, 1983, 1988).
Bidang Kepemudaan
Pendiri LPPI.
Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Tjokroaminoto.
Komandan Kompi II PTC Resimen Mahasura dan Ketua Umum Rumpun Ex Resimen Mahasura.