Di Turki, Hari Raya Idulfitri dikenal dengan sebutan Bayram, yang merupakan salah satu perayaan penting bagi umat Muslim di negara tersebut. Idulfitri di Turki tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.[1]
Tradisi
Selama perayaan Bayram, masyarakat Turki mengenakan pakaian khas yang disebut Bayramlık, yang biasanya merupakan pakaian baru atau pakaian terbaik mereka.[2] Perayaan ini diawali dengan ucapan selamat yang sering kali diungkapkan dengan kalimat seperti “Bayramınız Kutlu Olsun”,[3]“Mutlu Bayramlar”,[4] atau “Bayramınız Mübarek Olsun”,[5] yang semuanya memiliki arti "Selamat merayakan Hari Raya Bayram".
Salah satu tradisi yang mirip dengan perayaan Idulfitri di Indonesia adalah penghormatan kepada orang yang lebih tua. Masyarakat Turki yang lebih muda menunjukkan rasa hormat dengan mencium tangan orang yang lebih tua, kemudian menyentuhkan tangan mereka ke dahi sebagai tanda penghormatan. Selain itu, mereka juga melakukan kunjungan ke rumah sanak saudara, tetangga, dan teman untuk memberikan salam dan doa Bayram.[1]
Sebagai bentuk balasan atas kunjungan tersebut, para tamu biasanya diberikan hadiah kecil seperti cokelat, permen, uang koin, atau makanan khas Turki seperti Lokum[6] (Turkish Delight) dan Baklava.[7] Anak-anak terutama sangat antusias menyambut perayaan ini karena mereka sering menerima hadiah dalam bentuk uang saku dari orang tua dan kerabat mereka.[8]
Shalat Idul Fitri
Salah satu aspek unik dalam perayaan Idulfitri di Turki adalah pelaksanaan Shalat Idulfitri. Berbeda dengan beberapa negara Muslim lainnya, di Turki hanya kaum pria yang pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Ied, sementara kaum perempuan umumnya tetap berada di rumah. Meskipun demikian, perempuan tetap berperan dalam perayaan Bayram dengan menyiapkan hidangan khas untuk keluarga dan tamu yang datang berkunjung.[9]
Kuliner Khas Bayram
Selain melakukan ibadah dan silaturahmi, masyarakat Turki juga menikmati hidangan khas yang disiapkan khusus untuk perayaan Bayram. Beberapa makanan yang umum disajikan antara lain Baklava,[7] sejenis kue berlapis yang terbuat dari adonan filo dengan isian kacang dan siraman sirop manis, serta Sarma[10] dan Dolma,[11] yang merupakan hidangan berbahan dasar daun anggur atau sayuran yang diisi dengan nasi berbumbu.
Tidak hanya itu, banyak keluarga juga mengadakan jamuan makan bersama yang melibatkan berbagai hidangan tradisional seperti Pide (roti datar khas Turki),[12] Köfte (bakso khas Turki), dan berbagai jenis sup serta olahan daging.[13]
Makna dan Pelestarian
Bagi masyarakat Turki, Bayram tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga momen untuk mempererat hubungan keluarga dan persahabatan. Tradisi ini mengajarkan nilai-nilai penting seperti rasa hormat, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, Bayram juga menjadi kesempatan bagi banyak keluarga untuk melakukan perjalanan mudik atau pulang ke kampung halaman, serupa dengan tradisi mudik di Indonesia. Mereka yang tinggal di kota besar biasanya kembali ke desa atau kota asal mereka untuk berkumpul dengan keluarga besar.[1]
Hingga saat ini, perayaan Bayram tetap menjadi bagian penting dari budaya dan warisan Islam di Turki. Tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Turki. Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana Idulfitri yang khas di Turki, berkunjung pada saat Bayram dapat menjadi pengalaman yang menarik. Perayaan ini menawarkan gambaran yang unik tentang bagaimana masyarakat Turki merayakan momen istimewa ini dengan penuh kegembiraan, rasa syukur, dan kebersamaan.[14]