Pos Perbatasan Terpadu Batugade terletak di dekat perbatasan Timor Leste-Indonesia, sekitar 3 km dari desa Batugade. Ini adalah penyeberangan perbatasan utama ke Indonesia dengan fasilitas bea cukai, imigrasi, dan karantina (CIQ) yang lengkap. Pos pemeriksaan penyeberangan perbatasan di sisi Indonesia disebut Mota'ain.
Kompleks CIQ baru dibuka pada tanggal 4 Februari 2012 oleh Perdana Menteri Timor Leste saat itu Xanana Gusmão.[2][3] Fasilitas penyeberangan perbatasan tersebut meliputi dermaga untuk kapal-kapal guna memastikan kontrol maritim dan mengekang perdagangan ilegal antara Indonesia dan Timor Leste. Kompleks tersebut menggantikan pos pemeriksaan lama yang terdiri dari beberapa bangunan kecil yang didirikan untuk menangani prosedur penyeberangan perbatasan ketika Timor Leste memisahkan diri dari Indonesia. Bea Cukai Batugade di pos pemeriksaan ini mengumpulkan jumlah pendapatan tertinggi kedua setelah Bea Cukai di Pelabuhan Dili.[4]
Insiden penembakan 1999
Pada tanggal 10 Oktober 1999, pasukan Pasukan Internasional Timor Timur (INTERFET), satu peleton dari 2 RAR, yang berpatroli di sepanjang jalan utama antara Batugade dan Mota'ain ditembak saat mereka mendekati jembatan perbatasan di Mota'ain saat masih berada di wilayah Timor Timur. Laporan menyatakan bahwa tembakan dilepaskan oleh milisi pro-Indonesia atau polisi Indonesia. Pasukan INTERFET membalas tembakan dan dalam bentrokan berikutnya, seorang warga negara Indonesia tewas. Laporan menyatakan bahwa dalam pertemuan antara tentara Indonesia dan INTERFET setelah insiden tersebut ditetapkan bahwa pasukan INTERFET masih berada sekitar 100 meter di dalam wilayah Timor Timur saat mereka ditembaki.[5]