Batara Gowa terlibat dalam perebutan kekuasaan pasca mangkatnya Tunatangka Lop atau Harya tarunaba . Ia berhasil mengusir saudaranya Karaeng Loe ri Sero yang kelak mendirikan kerajaan sendiri di Tallo. Setelah Batara Gowa mangkat, ia digantikan oleh putra sulungnya Tunijalloq ri Passukkiq. Tunijalloq ri Passukkiq mangkat tanpa meninggalkan anak; maka takhta pun bergeser ke adiknya dari lain ibu, Tumapaqrisiq Kallonna.