Batang Palangki merupakan sebuah sungai di Kabupaten SijunjungProvinsi Sumatera Barat dengan panjang sungai kurang lebih 30 km dan lebar 20 m.[3] Sungai ini berhulu di daerah antara Tigo Lurah,Hiliran Gumanti di Kabupaten Solok.[4] Sungai Batang Palangki memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat setempat bukan hanya untuk kegiatan rumah tangga seperti mandi dan mencuci, tetapi juga untuk budidaya ikan air tawar, penambangan dan pengolahan emas, serta penggalian pasir yang kemudian menyebabkan air sungai selalu terlihat keruh.[5][6][3] Aktivitas penambangan emas terutama di sepanjang aliran sungai ini telah menimbulkan kerusakan pada kualitas air sungai dan perubahan landskap DAS (Daerah Aliran Sungai).[6][5] Di Kabupaten Sijunjung sungai ini melintasi beberapa nagari yaitu Mundam Sakti, Koto Baru, Palangki, Muaro Bodi,Koto Tuo dan Muaro. Batang Palangki bermuara di Batang Kuantan. Pada dasarnya Batang Kuantan adalah hasil pertemuan dari tiga sungai besar yaitu, Batang Palangki, Batang Ombilin (berhulu di danau Singkarak), dan Batang Sukam. Ketiga sungai ini bertemu atau bermuara di nagari Muaro, sehingga di sinilah menjadi hulu sungai Batang Kuantan.