Nama Baso diambil dari salah satu nama jorong di Kecamatan Baso yaitu jorong Baso.
Geografi
Kecamatan Baso berada di kaki Gunung Marapi dengan daerah yang berombak dan berbukit sampai dengan lereng yang sangat terjal. Kecamatan Baso berada pada ketinggian antara 725 hingga 1525 m di atas permukaan laut.
Tempratur udara di Kecamatan Baso adalah antara 20°C hingga 28°C. Kelembapan udara 88%, kecepatan angin antara 4 hingga 20km/jam dan penyinaran matahari rata-rata 58%. Curah hujan daerah Kecamatan Baso adalah antara 3500 hingga 4000mm/tahun tanpa bulan kering.
Kecamatan Baso dilalui oleh 3 batang air yaitu Batang Agam, Batang Jabua dan batang Laia.
Kecamatan Baso yang berjarak 80km dari ibu kota Kabupaten Agam itu memiliki batas wilayah administrasi pemerintahan sebagai berikut:
Pada Agresi Militer II dimulai bulan Februari1949, Pemerintahan Wilayah Baso dipimpin oleh Camat Militer Baso yang berkedudukan di Baso meliputi 5 Nagari di Wilayah Baso ditambah Nagari di sebelah Utara rel Kereta Api Pemerintahan Wilayah Ampek Angkek Canduang.
Semenjak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah, maka pada tahun 1975 istilah Assisten Wedana diganti dengan Camat selaku Kepala Wilayah. Kantor Camat baso sendiri berada di Ampuah, yang secara administratif merupakan bagian dari Jorong Baso.
Setelah diberlakukannya Undang Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang pemerintahan desa, sistem nagari dihilangkan. Jorong yang mempunyai penduduk lebih dari 1000 jiwa diganti statusnya menjadi desa. Sedangkan jorong yang mempunyai penduduk kurang dari 1000 jiwa maka disatukan dengan jorong lain hingga di Kecamatan Baso mempunyai 17 Desa yang dipimpin olek Kepala Desa.
Pada masa otonomi daerah berlaku, pemerintahan nagari kembali digunakan. Hingga kecamatan Baso kembali mempunyai 5 nagari dan 23 jorong. Pada awal otonomi daerah tersebut nagari BungoKoto Tuo dimekarkan menjadi 2 nagari yaitu nagari Koto Baru dan nagari Salo sehingga kecamatan Baso kini mempunyai 6 nagari dan 27 jorong.
Pada tahun 2017, Bupati Agam mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2017 yang membentuk nagari persiapan, yakni Nagari Koto Gadang di wilayah Kecamatan Baso. Nagari Koto Gadang merupakan pemekaran dari wilayah Nagari Koto Tinggi.[2]
Kesehatan
Pelayanan kesehatan di kecamatan Baso telah memadai, yang mana di kecamatan Baso telah terdapat 2 puskesmas, 8 puskesmas pembantu, 3 puskesmas keliling dan 64 posyandu.
Pendidikan
Kecamatan Baso dulunya merupakan salah satu wilayah pendidikan di Sumatera Barat di mana diawal tahun 1960 salah satu kampus Universitas Andalas dibangun di Ampuah. Namun sayang, kampus tersebut porakporanda saat periode PRRI. Sisa bangunan kampus Unand tersebut sekarang adalah bangunan dari SMP Negeri 1 Baso dan SMA Negeri 1 Baso. Sarana pendidikan di Kecamatan Baso telah tersedia pada tingkat pendidikan TK/sederajat hingga Perguruan Tinggi.
Data sekolah di Kecamatan Baso Sumber: Profil Kecamatan Baso
Perhubungan
Kecamatan Baso memiliki 121,7km jalan terdiri dari 9,7 jalan negara, 7km jalan provinsi dan 55km adalah jalan kabupaten. Sisanya adalah jalan desa.
Selain itu, kecamatan baso mempunyai transportasi angkutan umum yang sangat memadai. Ada beberapa rute yang dilalui oleh beberapa angkutan umum di Kecamatan Baso. Yang mana rute tersebut menghubungkan beberapa lokasi maupun tempat wisata di Kecamatan Baso dengan Kota Bukittinggi ataupun Pasar Baso yang menjadi sentral ekonomi masyarakat Kecamatan Baso.
No
Nama PO
Alamat PO
Rute
1
Trayek 01.01
Sungai Janiah
Sungai Janiah - Bukittinggi
2
Trayek 01.02
Simarasok
Simarasok - Bukittinggi
3
Trayek 01.03
Sungai Angek
Sungai Angek - Bukittinggi
4
Trayek 01.04
Salo
Salo - Bukittinggi
5
Trayek 01.05
Padang Tarok
Titih - Bukittinggi
6
Trayek 01.06
Ujuang Guguak
Ujuang guguak - Bukittinggi
7
Trayek 01.07
Pincuran Puti
Labuang Baru - Bukittinggi
8
Trayek 01.08
Simpang Koto Baru
Koto Baru - Bukittinggi
9
Trayek 01.09
Pincuran Puti
Tampuak Cubadak - Bukittinggi
Pariwisata
Di kecamatan Baso terdapat beberapa tempat wisata seperti Ngalau Baso, Ngalau Simarasok dan yang terkenal adalah Ikan Sakti Sungai Janiah.