Perusahaan ini terkenal dengan slogan "31 rasa", dengan gagasan bahwa pelanggan bisa menikmati rasa yang berbeda setiap hari di bulan apapun.[butuh rujukan] Logonya menyertakan gaya "31" yang dibentuk dari huruf "B" dan "R". Slogan tersebut berasal dari biro iklan Carson-Roberts ( yang kemudian bergabung menjadi Ogilvy & Mather ) di tahun 1953.[butuh rujukan] Perusahaan ini telah memperkenalkan lebih dari 1.300 rasa sejak tahun 1945, termasuk penambahan rasa vegan dan non-susu di dalamnya. 2019.[butuh rujukan]
Di Indonesia, PT Naryadelta Prarthana berganti nama menjadi PT Trans Ice, Baskin-Robbins dioperasikan oleh Trans Corp.[1]
Di tahun 1948, mereka memutuskan untuk menggabungkan perusahaan mereka dan menamakannya Baskin-Robbins. Es Krim Snowbird menawarkan 21 rasa; ketika mereka menggabungkan jumlah rasa bertambah menjadi 31.[butuh rujukan]
Di tahun 2006, logo "BR" perusahaan diperbarui sehingga berfungsi ganda sebagai angka "31" untuk mewakili 31 rasa, dengan "31" dibentuk oleh bagian huruf "BR" yang diberi warna merah jambu, sebaliknya ke sisa logo yang diberi warna biru.[butuh rujukan]
Baskin-Robbins berjuang keras di tahun-tahun awal tahun 2000an untuk mempertahankan bisnisnya, namun membuka 36 toko baru antara tahun 2013 dan 2015. Banyak toko Baskin-Robbins baru yang diberi merek bersama dengan Dunkin' Donuts, termasuk lokasi merek bersama pertama di California di San Diego, yang dibuka di Maret 2014.[butuh rujukan]
Di tahun 2014, Baskin-Robbins juga mulai menjual es krimnya untuk pertama kalinya di supermarket di seluruh AS. Di bulan Juli2017, Baskin-Robbins mulai menambahkan lokasi mereka ke platform layanan pengiriman DoorDash untuk mengirimkan es krim di 22 kota di seluruh Amerika Serikat.[butuh rujukan]
Baskin-Robbins Australia adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki dan dioperasikan oleh Inspire Brands, perusahaan induk dari Baskin-Robbins dan Dunkin'. Di bulan Oktober2010, Dunkin' Brands mengakhiri perjanjian lisensinya dengan Allied Brands Group untuk Baskin-Robbins di Australia, dan sekarang mendukung pewaralabanya di Australia secara langsung.[29] Pusat Dukungan & Pelatihan Waralaba Baskin-Robbins Australia berbasis di Brisbane.[butuh rujukan]
Di tahun 2019, sebuah iklan yang mengiklankan rasa es krim baru di Korea Selatan, "Pink Star", yang menampilkan model cilik Ella Gross, memicu kontroversi, dengan beberapa pengguna internet menggambarkan iklan tersebut sebagai "terlalu seksual".[2] Perusahaan menarik iklan tersebut dan meminta maaf kepada pelanggannya.[3]