Barong tagalogBarong tagalog yang menggunakan bahan piña (serat nanas)
Barong tagalog, atau lebih umum dikenal sebagai barong (dan terkadang disebut baro), adalah kemeja berlengan panjang bersulam untuk pria yang merupakan pakaian nasional Filipina. Barong tagalog menggabungkan unsur-unsur dari gaya pakaian asli masyarakat Filipina prakolonial dan gaya pakaian kolonial Spanyol. Secara tradisional, pakaian ini dibuat menggunakan bahan tekstil tipis (nipis) yang ditenun dari piña (serat nanas) atau abacá. Saat ini, bahan yang lebih murah seperti sutra organza, rami, atau poliester juga digunakan untuk menggunakan barong tagalog.
Barong tagalog adalah pakaian formal atau semiformal yang umum dalam budaya Filipina. Terdapat pula baro't saya yang merupakan versi feminim dari barong tagalog, dengan gaun Maria Clara sebagai varian formalnya.[1]
Etimologi
Istilah "barong tagalog" biasanya disingkat dalam bahasa Filipina modern menjadi "barong" saja. Meskipun secara tata bahasa, hal ini kurang tepat, karena "barong" mengandung akhiran enklitik-ng, yang menunjukkan bahwa kata tersebut dapat diubah oleh atau mengubah kata berikutnya.[2] Akar kata yang tepat untuk barong adalah kata tagalog baro, yang berarti "pakaian" atau "busana", tetapi kata ini jarang digunakan.[3][4]
Meskipun "barong tagalog" secara harfiah berarti "pakaian Tagalog", bukan berarti bahwa pakaian ini merupakan pakaian khusus untuk orang Tagalog. Barong tagalog (beserta dengan baro't saya) umum dikenakan oleh kalangan penduduk beragama Kristen yang tinggal di daerah dataran rendah di seluruh Filipina pada masa penjajahan Spanyol. Sebaliknya, nama "barong tagalog" sebetulnya diciptakan untuk membedakan antara pakaian orang Filipina asli dengan pakaian orang Eropa atau pakaian yang identik dengan budaya asing lainnya.[5] Biasanya, huruf "t" dalam "barong tagalog" tidak ditulis menggunakan huruf kapital.[6]
Deskripsi
Barong tagalog adalah kemeja formal pria khas Filipina yang dikenakan tanpa dimasukkan ke dalam celana. Terbuat dari kain tipis seperti piña atau abacá, barong ini dikenakan di atas kaus dalam (camisón atau camiseta) dan dipadukan dengan celana berikat pinggang serta sepatu formal.[7] Ciri khasnya meliputi lengan panjang, bordir di bagian dada (pechera) atau seluruh tubuh (sabog), tanpa saku, dan belahan di kedua sisi. Bordirnya menggunakan teknik seperti calado, doble calado, encajes de bolilio, dan sombrado, serta bisa dihias dengan lipit (alforza), suksuk, atau lukisan tangan.[8][9]
Pakaian ini mencerminkan perpaduan gaya asli Filipina dengan pengaruh kolonial Spanyol. Dahulu, kualitas bahan dan tingkat kerumitan bordir menunjukkan status sosial pemakainya. Kelas atas mengenakan bahan tipis dan bordir rumit, sedangkan kelas bawah memakai bahan buram seperti katun atau sinamay.[10] Barong tagalog dapat divariasikan dengan menggunakan penutup kepala yang bernama salakot atau topi buntal.[9]
12Roces, Mina (2008). "Gender, Nation, and the Politics of Dress in Twentieth-Century Philippines". Dalam Roces, Mina; Edwards, Louise (ed.). The Politics of Dress in Asia and the Americas. Brighton: Sussex Academic Press. hlm.19–42.