Dalam olahraga panahan, barebow dapat mengacu kepada cabang olahraga dan alat olahraga yang digunakan dalam panahan yang menggunakan busur sederhana yang mendekati bentuk aslinya, tanpa menggunakan alat bantu seperti penglihatan bidik, stabilisator, dan clicker.[1]
Di antara berbagai cabang panahan, cabang ini secara khusus menguji keterampilan dan konsentrasi pemanah. Perbedaan antara barebow dengan cabang panahan lainnya, yaitu recurve, terletak pada adanya atau tidaknya alat bantu.[1] Pada recurve, terdapat alat bantu seperti penglihatan bidik, sedangkan pada barebow tidak ada. Oleh karena itu, ujung anak panah yang ditarik digunakan sebagai titik bidik. Selain hal tersebut, pada dasarnya barebow sama dengan recurve.
Sejarah
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. (Juli 2026)
Sebelum tahun 1960-an, karena belum ada alat bantu seperti alat bidik dan clicker, cabang olahraga seperti recurve dan barebow belum dibedakan, melainkan digabungkan menjadi satu dalam istilah "panahan". Oleh karena itu, cabang olahraga barebow baru muncul pada tahun 1970-an. Setelah itu, cabang ini ditambahkan ke dalam daftar cabang olahraga kejuaraan dunia dan Olimpiade, sehingga menjadi cabang olahraga panahan yang umum.
Etimologi
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, barebow berasal dari kata bare dan bow. Kata bare berarti “telanjang, terbuka”, dan karena tidak memiliki alat bantu, maka secara harfiah, barebow bisa juga disebut sebagai “busur telanjang”.[2][3]
Beberapa situs menulis bahwa alat ini disebut “bear bow” karena digunakan untuk berburu beruang, namun hal tersebut salah.
Beban (sebagai pengganti stabilisator untuk mencegah busur miring ke atas setelah pelepasan).[4][5][6]
Biasanya, beban dipasang pada stabilisator atau side bar, tetapi dalam beberapa kasus, beban tersebut dapat dipasang pada bodi utama.
Teknik menembak
Berbeda dengan busur recurve yang dilengkapi dengan penglihatan dan aksesori lainnya, teknik menembak barebow kurang canggih secara teknologi dan lebih bergantung pada keterampilan pemanah, sehingga tidak ada satu solusi yang baku. Memang, seiring waktu, para pemanah mengasah teknik mereka masing-masing, mengingat tidak semua atlet memiliki struktur tulang dan otot yang sama. Namun, ada beberapa aturan dasar yang diajarkan instruktur kepada pemanah pemula. Pertama, membidik dengan barebow dilakukan melalui ujung anak panah (karena alat ini tidak memiliki alat bidik), yang dapat diarahkan ke pusat sasaran atau ke titik acuan lain (teknik ini disebut counter-aiming, dan unik bagi panahan barebow). Tali busur dipegang menggunakan teknik string-walking, yang hanya digunakan untuk kategori ini. Setiap kali seorang pemanah melepaskan anak panah pada jarak tertentu, ia harus menghitung jarak tersebut secara mental dan menyesuaikan titik genggaman tali busur sesuai dengan itu. Semakin tinggi posisi genggaman pada tali busur (hingga titik di mana anak panah dipasang), semakin tinggi lintasan yang akan dilalui anak panah. Oleh karena itu, untuk mencapai jarak yang lebih jauh, jika genggaman lebih rendah, anak panah akan mengambil posisi yang lebih miring, ideal untuk tembakan jarak dekat. Teknik lain yang digunakan pemanah untuk memvariasikan jarak adalah "face walking", di mana tali busur selalu digenggam pada ketinggian yang sama, tetapi titik di wajah tempat anchor dibuat bervariasi. Dalam panahan, anchor adalah titik di mana tali busur dibawa ke wajah; dalam barebow, hal ini dilakukan dengan membawa jari telunjuk hingga menyentuh sudut mulut (sesuai ajaran dasar).[5][6]
Kategori yang dapat diikuti
Busur barebow dapat digunakan dalam kompetisi dalam ruangan pada jarak 18 meter; diameter sasaran untuk semua kelas kecuali untuk anak-anak sangat muda adalah 40 cm; terdapat kompetisi di mana para atlet dapat menembak pada jarak 25 meter dengan diameter sasaran 60 cm. Di luar ruangan, bagaimanapun, busur ini dapat digunakan dalam kompetisi panahan 3D dan kompetisi Hunter & Field di hutan dalam situasi yang mensimulasikan aktivitas berburu.[7]