Schaal paling dikenal karena karyanya pada genetika spesies tumbuhan. Ia dikenal secara khusus karena kajiannya yang menggunakan data genetika molekuler untuk memahami proses evolusi seperti aliran gen, diferensiasi geografis, dan domestikasi spesies tanaman pangan.[6]
Schaal menjabat sebagai dekan Arts & Sciences di Universitas Washington di St. Louis dari 1 Januari 2013 hingga tahun akademik 2019–20.[8][2] Pada tahun 2015, Schaal terpilih sebagai presiden American Association for the Advancement of Science (AAAS) dan mulai menjabat pada tahun 2016.[7][6] Dalam pidato kepresidenannya pada pertemuan tahunan AAAS 2017 di Boston yang bertajuk 'Sains dan Teknologi untuk Kepentingan Publik,' ia membahas nilai sains dan menyampaikan kepada audiens yang terdiri dari para ilmuwan, mahasiswa, jurnalis, dan komunikator sains bahwa "adalah kewajiban kita sebagai ilmuwan dan warga negara untuk menyuarakan sains... jadilah kekuatan bagi sains."[9]
Schaal mendirikan Distinguished Teaching Award (Penghargaan Pengajaran Luar Biasa) dan Faculty Leadership Award (Penghargaan Kepemimpinan Fakultas) pada tahun 2014 sebagai cara untuk mengakui komitmen luar biasa terhadap bidang Arts & Sciences dan para mahasiswanya.[10]