Banjir Wasior 2010 adalah bencanabanjir mematikan yang terjadi pada 4 Oktober2010 di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat.[1] Setidaknya 145 orang tewas akibat bencana ini.[2] Hingga Desember 2010, terdapat rencana untuk merelokasi 5.100, atau sekitar 7.900 orang, ke pemukiman sementara sebagai bagian dari program relokasi bagi masyarakat yang terkena dampak banjir. Pemerintah Indonesia lebih menyalahkan hujan lebat sebagai penyebab banjir besar tersebut, dibandingkan dengan pembalakan liar dan penggundulan hutan yang dilakukan oleh penduduk setempat.
Banjir yang terjadi menyebabkan banyak infrastruktur di Wasior hancur termasuk lapangan udara di Wasior, sementara kerusakan juga menimpa rumah warga, rumah sakit, jembatan,[4] dan juga beberapa gereja.[5] Kerusakan yang terjadi disebabkan banjir yang terjadi membawa serta batu-batuan besar, batang-batang pohon, lumpur.[6] Bencana banjir bandang yang terjadi juga mengganggu hubungan komunikasi, jaringan listrik terputus, dan aktivitas masyarakat lumpuh.[7]
Banjir bandang juga menyebabkan 158 orang tewas dan 145 orang masih dinyatakan hilang.[6][8][9] Sementara sebagian besar korban luka-luka dibawa ke Manokwari dan Nabire.[6][10] Sementara sebagian korban luka lainnya dan warga yang selamat ditampung di tempat-tempat pengungsian.[11] Akibat banjir yang terjadi yang merusak rumah warga dan infrastruktur banyak warga yang selamat memutuskan mengungsi ke Manokwari dengan menggunakan kapal laut.[8]
Tanggapan
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengupayakan dan memberikan bantuan kepada korban banjir bandang dengan memberikan bantuan sandang dan pangan serta bantuan obat-obatan.[7]
Referensi
12Banjir Wasior: Bagaikan Tsunami Menyapu Rumah Warga, Kompas, 6 Oktober 2010.