Bandar Udara Internasional Pyongyang (Hangul:평양 국제비행장code: ko is deprecated ;Hanja:平壤國際飛行場code: ko is deprecated ;MR:P'yŏngyang Kukche Pihaengchang) (IATA: FNJ,ICAO: ZKPY), juga dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Sunan Pyongyang,[1] adalah bandar udara utama yang melayani Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Bandara ini terletak di Distrik Sunan. Bandara ini ditutup untuk perjalanan internasional pada tahun 2020 karena pandemi COVID-19,[2] dan dibuka kembali pada tahun 2023, dengan dimulainya kembali penerbangan Air Koryo ke Beijing dan Vladivostok.[3]
Fasilitas
Bandar Udara Internasional Pyongyang memiliki dua terminal penumpang. Terminal 1 dibuka pada Januari 2016 dan hanya melayani penerbangan domestik.[4] Terminal ini terhubung ke Terminal 2,[4] terminal internasional yang diresmikan pada 1 Juli 2015.[5] Terminal 2 memiliki garbarata dan setidaknya 12 loket check-in.[6][7] Fasilitasnya meliputi toko bebas bea, bar kopi, kios koran, ruang internet,[7][8] serta bar makanan ringan, apotek, toko CD/DVD, dan toko elektronik.[9] Terdapat juga lounge kelas bisnis dengan prasmanan di tingkat atasnya, serta area pemandangan luar ruangan.[9]
Bandara ini memiliki dua landasan pacu yang berfungsi: satu diberi nama 17/35 dan berukuran 3.425 × 60 meter,[10][11] sedangkan landasan pacu lainnya, diberi nama 01/19, berukuran 4.000 × 60 meter.
Yonhap melaporkan pada bulan September 2016, bahwa fasilitas pemeliharaan telah dibangun di bandara Pyongyang. Sekitar 1 kilometer dari landasan pacu 17/35, fasilitas tersebut mencakup hanggar pesawat dan gedung apartemen untuk pejabat tinggi dan karyawan Air Koryo.[12]
Selama masa konstruksi, sebuah struktur mirip hanggar dibangun untuk melayani bandara dengan layanan dasar (carousel bagasi), toko bebas bea, dan toko buku/suvenir.[13]
Bandara ini berjarak sekitar 25 kilometer dari kota Pyongyang,[14] sekitar 30 menit berkendara melalui Jalan Tol Pyongyang-Hicheon.[15] Selain itu, Stasiun Sunan, di Jalur Pyongui dari Kereta Api Negara Korea berjarak 800 meter dari gedung terminal bandara Pyongyang.
Insiden
Pada tanggal 16 Februari 1958, sebuah Douglas DC-3 milik Korean National Airlines dibajak dalam penerbangan dari Busan ke Seoul oleh 8 pembajak yang menuntut untuk dibawa ke Korea Utara dan mendarat di sini. Seluruh orang yang berjumlah 34 orang selamat.[16]
Pada tanggal 31 Maret 1970, sebuah Boeing 727-89 milik JAL (JA8315) dibajak dalam penerbangan dari Tokyo ke Fukuoka oleh 9 pembajak yang menuntut untuk dibawa ke Korea Utara dan mendarat di sini. Seluruh orang yang berjumlah 115 orang selamat.[17]
Pada tanggal 15 Agustus 2006, sebuah Tupolev Tu-154B-2 milik Air Koryo (kemungkinan P-561) mengalami kerusakan ringan dalam sebuah insiden di landasan pacu yang tidak fatal saat mendarat dari Beijing, pesawat ini kemudian diperbaiki.[18]