Perluasan dari Bandar Udara Internasional Pohnpei dimulai pada tahun 2009, dan diharapkan akan selesai pada tahun 2011. Pemerintah Jepang setuju untuk memberikan pembiayaan senilai US$29 juta untuk seluruh proyek tersebut. Proyrk ini meliputi perpanjangan ladasan pacu sepanjang 228m dan peningkatan fasilitas di dalam terminal maupun apron.[1][2] Pengembangan ini dharapkan bisa mengatasi permasalahn seperti yang terjadi saat sebuah pesawat kargo Boeing 727 tergelincir dari landasan pacu dan membuat bandara harus ditutup selama enam hari pada bulan Mei 2008.[3]
Maskapai Penerbangan dan Destinasi
Seperti banyak pulau di wilayah tersebut, layanan penerbangan komersial cukup terbatas karena kecilnya populasi dan lalu lintas wisatawan. Penerbangan berjadwal dari Pohnpei hanya dilayani oleh United Airlines (sebelumnya Continental Micronesia) yang melayani penerbangan antar pulau dengan pesawat jet Boeing 737-800 antara Guam dan Honolulu (tiga kali seminggu di setiap arah), Penerbangan Guam-Chuuk-Pohnpei dan penerbangan menuju Port Moresby yang dilayani oleh Air Niugini. Terdapat juga maskapai Caroline Islands Air yang melayani penerbangan charter di sekitar wilayah tersebut.