Bamia merupakan sebuah hidangan khas yang banyak ditemui di kawasan Arab dan Asia Tengah. Hidangan ini berbentuk semur dengan bahan utama okra, daging domba, dan tomat. Bamia dikenal luas dan diolah dalam berbagai variasi di sejumlah negara, termasuk Afganistan, Albania, Armenia, Asyur, Azerbaijan, Mesir, Yunani, Iran, Irak, Kurdi, Lebanon, Palestina, Rumania, Somalia, Sudan, Suriah, Tanzania, dan Turki.[1][2] Beberapa bahan pelengkap yang sering ditambahkan antara lain saus tomat atau pasta tomat, bawang bombay, bawang putih, daun ketumbar, molase delima, minyak sayur, kapulaga, serta bumbu seperti garam dan merica.[1]
Etimologi
Berdasarkan etimologis, "bamia" berasal dari bahasa Arab, yang artinya "Bendi atau Okra". [3]
Hidangan ini memiliki berbagai nama dalam bahasa-bahasa yang berbeda. Dalam bahasa Arab, hidangan ini disebut بامية (bamia bi-lahm), yang secara harfiah berarti "semur okra", atau البامية باللحم (al-bamia bi-lahm), yang berarti "okra dengan daging". Di Iran, hidangan ini dikenal sebagai خورش بامیه (khoresh-e bāmieh), yang juga berarti "semur okra".[4] Dalam bahasa Kurdi, hidangan ini disebut بامێ (bāmieh). Sementara itu, dalam bahasa Yunani, hidangan ini dikenal sebagai μπάμια (bámia), dan dalam bahasa Turki, hidangan ini disebut bamya.
Sejarah
Okra ialah tanaman yang berasal dari Benua Afrika.[5][6] Pada masa kejayaan kedokteran di Islam abad pertengahan, okra dikenal sebagai tanaman yang memiliki khasiat medis; menurut catatan ahli kedokteran terkenal, Ibn al-Baytar, okra memiliki sifat "dingin" dan "lembap", serta dijuluki sebagai "yang paling 'lembap' dari semua sayuran" (sifat yang dianggap kurag menguntungkan). [5] Beberapa catatan awal dari Persia awal menyebutkan bahwa bamia (okra dengan domba) merupakan resep yang berasaldari Mesir, [5] tetapi sejarah pastinya belum diketahui.
Variasi regional
Di Bosnia dan Herzegovina,bamia (nama aslinya 'bamija' atau 'bamnja') disajikan saat makan malam hari raya Idul Fitri. Terkhsusu di Bosnia, hidangan ini disajikan sebagai semur dengan daging sapi muda. Proses memasaknya berlangsung lama hingga dagingnya benar-benar empuk.
Afganistan dan Iran
Di Afghanistan dan Iran, bāmieh disajikan sebagai khoresh (rebusan) ditambah dengan nasi. [7] Dii provinsi selatan, hidangan ini begitu populer. [8] Varian ini mencakup penggunaan kunyit, cuka, kentang, dan serpihan cabai merah. [8] Sedangkan, di Iran sup okra diberi tambahan lentil kuning
Turki
Di Turki, bamia (nama aslinya bamya ) adalah sup Anatolia yang memiliki cita rasa manis dan asam. Dimasak menggunakan okra, jus lemon, minyak zaitun, gula, garam dan merica. Terkadang, bamia Turki tdisajikan sebagai pencuci mulut di antara hidangan makanan pada pesta seremonial.
Referensi
12Claudia Roden, A New Book of Middle Eastern Food, p. 248