Bambang menjabat sebagai wali kota hingga bulan Oktober 1965 ketika Gerakan 30 September mengalami kegagalan. Karena kedekatannya dengan Soehario, ia juga dicurigai dekat dengan PKI. Oleh karena itu, Bambang dicopot dari jabatannya oleh Brigjen Soemitro selaku Pangdam IX/Mulawarman dan Pepelrada (Penguasa Pelaksana Dwikora Daerah) Kalimantan Timur. Ia kemudian ditahan oleh tentara.[3][4] Sebagai Wali Kota Balikpapan, jabatannya digantikan oleh Mayor Imat Saili. Bambang kemudian ditahan di penjara militer di Balikpapan dan setelah itu nasibnya tidak diketahui.[3]