Bambang Hermanu saat menjabat Kapolda Kalimantan Tengah
Ada cerita yang menarik dari perjalanan karier Bambang. Pada 1992, ketika dimutasi ke Kasat Gaops Puskodal Ops Polda Metro Jaya, beliau mendapat kesempatan untuk bertugas ke Kamboja di bawah misi United Nations Transitional Authority in Cambodia (UNTAC) - Civil Police. Saat itu beliau baru berpangkat Kapten, tapi sudah ditunjuk sebagai Kapolda. Hal ini dikarenakan Bambang yang fasih dalam berbahasa Inggris dan Khmer, sehingga mampu melakukan pendekatan dengan rakyat Kamboja.
Cerita lain dari perjalanan karier Bambang adalah pada tahun 1998, ketika bertugas di Timor Timur sebagai Kapolres Aileu. Pada saat itu beliau mendapat tugas mengkoordinasi United Nations Transitional Administration in East Timor (UNTAET). Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirim utusan untuk peralihan proses jajak pendapat di daerah itu, sehingga Bambang mendapat tugas untuk mengamankan utusan PBB disana. Jika terjadi korban meninggal, maka beliau akan dituntut atas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Karena kepiawaiannya, beliau berhasil mengamankan jalannya proses jajak pendapat.
Pria yang hobi berolahraga tenis dan golf ini, sangat memperhatikan Sumber Daya Manusia dan infrastruktur dimana saja beliau bertugas. Sebagai contoh ketika beliau bertugas Sebagai Kapolda Kalimantan Tengah, pada saat itu belum ada Sekolah Polisi Negara (SPN). Kalaupun ada, sifatnya adalah dipinjami oleh Pemerintah Daerah setempat dengan sarananya yang sangat terbatas. Akhirnya beliau memutuskan untuk membangun SPN lengkap dengan aula dan masjid bersama dengan bantuan hibah dari beberapa pengusaha disana.