Djarot (Denny Sumargo) kerap dimasukkan ruang isolasi di sebuah rumah sakit jiwa, karena berlaku kasar, bahkan membunuh orang-orang yang membully-nya. Sementara Lastri (Sara Fajira) diberi hukuman di sebuah penjara karena membunuh dan memutilasi kemaluan para lelaki bejat yang memperkosanya secara bergiliran. Keduanya melewati masa sulit dan susah ketika keluar dari kedua lembaga tersebut, tetapi mereka jalani dengan lapang dan penuh tawa. Mereka teraksa menjadi gelandangan yang memungut botol, makan dari sampahan dan tidur di emperan jalan. Bahkan Lastri juga harus menjalani hidup sebagai PSK. Pertemuan tak sengaja antara Jarot dan Lastri menghasilkan benih cinta.
Rumah produksi Falcon Pictures (induk perusahaan KlikFilm) bekerja sama dengan Kwikku.com beberapa waktu lalu menggelar kompetisi penulisan naskah. Dari ajang yang digelar sejak 1 September itu, mereka sudah menemukan tujuh pemenang pilihan para juri.
Tujuh juri yang terlibat di kompetisi merupakan sutradara yang akan memfilmkan naskah pilihan mereka. Tujuh juri tersebut di antaranya ialah, Anggy Umbara, Fajar Bustomi, Rako Prijanto, Ifa Isfansyah, Danial Rifky, Indra Gunawan, dan Herwin Novianto.
Pada pertengahan November lalu, para juri menyaring naskah terbaik menurut kriterianya masing-masing. Dari sekitar 2000 pendaftar, ada sekiranya 1600 yang lolos administrasi. Saat ini sudah terpilih tujuh naskah terbaik yang menjadi pilihan para juri.
Dari 1600 naskah, Anggy Umbara menjatuhkan pilihannya pada novel berjudul Balada Sepasang Kekasih Gila karya dari Han Gagas. Kata Anggy, kisah cinta dari sudut pandang kaum marjinal bakal jadi tontonan menarik nantinya.[3]