Bakera Minahasa adalah bentuk pengobatan atau Spa Tradisional menggunakan uap yang pada awalnya melayani perempuan pasca bersalin dari 14 hingga 40 hari dengan tujuan bukan hanya untuk merevitalisasi tubuh yang melemah setelah bersalin, tetapi juga untuk merawat vagina agar tetap sehat, menjaga elastisitasnya, melancarkan peredaran darah, membuang toksin-toksin dan racun dalam tubuh. Bakera memberikan keseimbangan antara unsur panas dan dingin tubuh. Itulah mengapa Bakera banyak dilakukan oleh perempuan selepas melahirkan, karena proses kehamilan sendiri dianggap telah mengeluarkan unsur panas tubuh.[1]
Sekarang ini, pengobatan tradisional Bakera sudah berkembang menjadi Terapi atau Spa Bakera yang berfungsi bukan lagi sepenuhnya untuk perempuan yang baru melahirkan tapi juga bagi mereka yang membutuhkan terapi ini, misalnya keseleo, patah tulang, menghilangkan rasa pegal di badan, dan berbagai keluhan lainnya.[2]
Bahan-bahan
Ramuan Bakera memakai campuran tanaman obat dan berbagai jenis daun-daunan yang mengandung banyak manfaat baik bagi ketahanan atau kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit, dan memberikan efek relaksasi yang menenangkan.[1] Tanaman obat dan berbagai jenis daun-daunan tersebut seperti, potongan kayu kecil, daun jeruk limau, daun pala, daun balacai, serta serai, jahe, dan bawang putih.[2]
Alat
Orang Minahasa jaman dulu percaya bahwa Bakera lebih optimal manfaatnya jika rebusannya dimasak menggunakan Kure'(semacam belanga yang terbuat dari tanah liat), atau juga menggunakan dodika (tungku), dan bukan di kompor. Mereka bahkan akan enggan jika ramuan Bakera direbus di belanga biasa.[2] Namun saat ini masyarakat sudah sering menggunakan panci untuk merebus ramuan herbal.[3]
Pelaksanaan
Cara penyiapan Bakera ini dimulai dengan menyiapkan lima lembar cengkeh kekuningan, dua sendok makan buah cengkih yang sudah kering dan berwarna agak kecoklatan, lima lebar daun pala hijau, tiga biji buah pala kering, dua potong sedang buah jahe merah, dua kayu manis, dua lembar daun pandan yang dipotong menjadi tiga bagian, lima lembar daun jeruk sunggi, sepuluh sampai lima belas lembar daun buanga puring, dan yang terakhir yaitu dua batang serai. Setelah semua bahan sudah siap, dilanjutkan dengan dimasak menggunakan air yang banyak, ditutup, dan dibiarkan mendidih di atas tungku perapian. Kalau sudah mendidih, diangkat dan ditempatkan ke bagian bawah tempat duduk Bakera yang sudah siap untuk digunakan.[1]