Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Pisaan merupakan salah satu sastra lisan bahasa Sungkai yang berbentuk puisi lisan, puisi berlagu atau puisi beriring.[2] Pisaan biasanya disampaikan dengan dinyanyikan, seperti pada saat melepas keberangkatan seorang gadis menuju rumah suaminya, dalam upacara adat, seperti pada acara muda-mudi (canggot bagha) dan pada saat acara adat pemberian nama atau gelar adat Begawi Cakak Suntan. Namun, pisaan juga digunakan untuk menyampaikan maksud dengan tujuan tertentu, seperti menyampaikan nasihat, mengungkapkan cinta, atau yang lainnya. Dalam upacara adat, salah satu pisaan yang disampaikan adalah pada waktu nyirok atau pertunangan. Pisaan yang disampaikan berisi tentang makna pertunangan serta harapan-harapan dan doa. Selain itu, pisaan ini disampaikan pada waktu suap-suapan (tukor pujuk). Kata kitapun selalu mengawali pisaan yang akan disampaikan.[3]
Referensi
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Bahasa Sungkai". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;