Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Razihi ([Rāziḥī] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) adalah bahasa Semit Selatan yang dituturkan sekitar 62.900 jiwa di kaki gunung Razih (Jabal Razih) di barat laut Yaman.[6] Bersama dengan Faifi, keduanya mungkin turunan bahasa Jazirah Selatan Kuno yang masih ada.[7]
Penutur
Razihi diucapkan di Jabal Razih, sebuah pegunungan yang terletak di sebelah barat kota Sa'dah, dengan puncak tertingginya, Jabal Hurum, memiliki ketinggian 2,790m (9ft 1,8in). Penduduk Jabal Razih sekitar 25.000 pada tahun 1970-an dan kemungkinan jumlah penduduknya bertambah sekarang.[8] Jumlah penutur Razihi menurut Ethnologue yaitu sekitar 62.900 pada tahun 2004.[9]
Fonologi
Razihi menunjukkan asimilasikonsonan koronal dalam kosakatanya. Tidak seperti bahasa Arab, Razihi tidak terbatas pada konsonan hambat, tetapi juga mencakup sonoran, terutama /n/,[10] contohnya seperti [ssān] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan), berarti "pria", dan [ssānah] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan), berarti "wanita", yang berkerabat dengan kata [insān] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan), berarti "orang" dalam bahasa Arab. Asimilasi konsonan sengau merupakan fitur umum dari rumpun bahasa Jazirah Utara Kuno dan Selatan Kuno, tetapi tidak ditemukan pada bahasa Arab. Razihi juga memiliki sejumlah besar kosakata dasar non-Arab, preposisi, dan bentuk tata bahasa lainnya.[6]
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Jabal Razih". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑"Bahasa Razihi". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
123Watson, Glover-Stalls, Al-razihi, & Weir (2006), "The language of Jabal Rāziḥ: Arabic or something else?", Proceedings of the Seminar for Arabian Studies 36:35–41