Dialek ini masih tetap mempertahankan beberapa ciri khas yang sudah hilang selama proses standardisasi bahasa Prancis pada abad ke-19, seperti pelafalan "R" yang menggunakan getar rongga-gigi (sementara bahasa Prancis standar menggunakan R Guttural),
sehingga kata [rouge] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) ('merah') dilafalkan [ruʒ]. Contoh lain adalah akhiran kata kerja untuk orang ketiga jamak [-ont] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan), contohnya: [ils mangeont] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)[imɑ̃ˈʒɔ̃] ('mereka makan'). Sementara itu, dalam bahasa Prancis Standar, bentuknya adalah [ils mangent] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)[ilˈmɑ̃ʒ].
Dari segi fonologi, dialek ini juga memiliki berbagai perbedaan dengan bahasa Prancis Standar. Contohnya, /k/ dan /tj/ sering kali diganti menjadi [tʃ] sebelum vokal depan. Contohnya, [quel, queue, cuillère, quelqu'un] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) dan [cul] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) biasanya dilafalkan [tchel, tcheue, tchuillère, tchelqu'un] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) dan [tchu] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan). [Tiens] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) dilafalkan [tchin] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)[tʃɛ̃].
Dialek Prancis Akadia juga memiliki berbagai kosakata yang unik, sepert achaler yang berarti "mengganggu" (bahasa Prancis standar: ennuyer), chavirer yang berarti "menjadi gila" (bahasa Prancis: devenir fou, folle), chu yang bermakna "aku adalah" (Prancis: je suis), dan cotchiner yang berarti "curang" (bahasa Prancis: tricher).
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Acadia". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;