Bagus Karyanegara (lahir 12 Mei 1969) adalah Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Bogor masa bakti 2012-2017.[1] Ia terpilih secara aklamasi dalam pemilihan yang diadakan pada tanggal 12 Desember 2011 yang bertempat di Kantor Wali kota Bogor. Bagus Karyanegara memperoleh 41 suara dari 57 suara.[2] HPI merupakan organisasi yang bertujuan untuk memajukan Bogor sebagai kota wisata. Dalam masa baktinya Bagus Karyanegara berjanji berupaya menjadikan Bogor sebagai tujuan pariwisata utama Jawa Barat. Segera setelah terpilih, Bagus yang sering dipanggil sapaan singkat BK[3] mensosialisasikan ucapan wilujeung sumping sebagai sapaan awal bagi wisatawan yang datang ke Bogor.[4][5]
Riwayat Hidup
Kiprah Sosial Kemasyarakatan
Bagus Karyanegara dalam penandatanganan kerjasama Industri Rumahan dengan PSP3 IPB
Ia dikenal sebagai tokoh yang aktif di bidang sosial kemasyarakatan di Kota Bogor. Kiprahnya meliputi berbagai aspek kemasyarakatan. Ia menyebut dirinya sendiri sebagai ''social entrepreneur'' karena mempunyai minat yang besar pada kewirausahaan berbasis partisipasi masyarakat. Melalui paguyuban Masyarakat Cinta Bogor yang dipimpinnya, Bagus bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor(IPB) untuk menggalakan secara luas industri rumahan (cottage industry).[6]
Bagus Karyanegara aktif mensosialisasikan konsep social entrepreuneurship, wirausaha berbasis masyarakat. Bidang yang digeluti adalah dengan mengelola sampah menjadi kompos yang memiliki nilai ekonomis. Di berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor, kompos yang dihasilkan bersama masyarakat ramai-ramai dijadikan media untuk menanam cabai.
Sebagai Pemerhati Budaya Sunda
Bagus Karyanegara bersama Kepala Adat Sindang Barang
Sebagai pemerhati budaya Sunda Bagus Karyanegara secara rutin mengadakan saresehan budaya yang diikuti para budayawan Bogor. Berbagai macam isu terkait pelestarian budaya sunda didiskusikan dalam saresehan tersebut.
Sebagai respon terhadap kekhawatiran para seniman Sunda, ia menghimbau hotel-hotel di Bogor agar memperdengarkan kecapi suling di area publik hotel. Ia juga aktif menghimbau pemakaian totopong, yaitu ikat kepala khas Sunda.[7]
Atas usulan budayawan Sunda Bapak Adenan Taufik, Bagus Karyanegara merintis penyelenggaraan Kwera Bakti, yaitu suatu parade budaya yang mengadopsi dari helaran pada zaman kerajaan Padjadjaran. Kwera Bakti diharapkan menjadi agenda tahunan pariwisata di Bogor.
Sebagai Pemerhati Lingkungan Hidup
Berbagai kegiatan pelestarian lingkungan telah dilakukan oleh Bagus Karyanegara, di antaranya menanam 5000 (lima ribu) pohon di Kabupaten Bogor yang melibatkan Ibu Wali kota Bogor Fauziah Diani Budiarto dan Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman beserta istri.[10][11] Dengan kegiatan penanaman pohon Bagus berharap penambahan debit air di wilayah Bogor akan bertambah, karena tanaman merupakan penyangga debit air di Bogor, Jakarta dan sekitarnya.
Bagus Karyanegara dalam kegiatan bersih-bersih Bendung Katulampa.
Bagus Karyanegara juga memiliki perhatian terhadap penanggulangan bahaya banjir di Ibu kota Jakarta. Untuk menanggulangi bahaya banjir, ia kerap mengadakan kegiatan bersih-bersih sampah di Bendungan Katulampa.[12][13][14][15] Tempat ini dipilih karena Bendungan Katulampa merupakan titik peringatan dini bagi bahaya banjir di Jakarta dan sekitarnya.
Pengelolaan sampah merupakan permasalahan yang mendapat perhatian khusus Bagus Karyanegara. Bersama masyarakat, ia menggalakkan gerakan reduce, reuse, recycle. Bagus mensosialisasikan pemilahan sampah dikalangan masyarakat yang dimulai dari tingkat keluarga. Selanjutnya, dengan menggerakan komunitas Masyarakat Cinta Bogor yang dipimpinnya, Bagus menggagas pengelolaan sampah berbasis masyarakat.[16] Kegiatan tersebut dilakukan dengan memberdayakan masyarakat dan bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).[17][18][19]
Sebagai Pelaku Pariwisata
Bagus Karyanegara bersama HPI kenalkan tempat wisata Gunung Menir.
Bagus Karyanegara menaruh minat yang sangat besar terhadap pariwisata di Bogor dan mengumumkan visinya sebagai ketua HPI, yaitu menjadikan Bogor sebagai kota tujuan utama wisata di Jawa Barat.[20]
Segera setelah diangkat sebagai ketua HPI, Bagus menghimbau sapaan wilujeung sumping sebagai sapaan awal terhadap wisatawan Bogor. Tindakan tersebut mendapat sambutan dari Pemerintah Kota Bogor, yang segera membangun semacam tugu selamat datang dengan tulisan wilujeung sumping untuk menyambut pendatang dari arah pintu jalan tol JAGORAWI.
Ia menikah dengan Irawati Hermawan Karyanegara, SH., MH., CN., yang merupakan pendiri dan partner pada Law Firm Hermawan Prasetyo & Juniarto (HPJ),[24] sebuah kantor konsultan hukum di Jakarta. Pasangan Bagus Karyanegara dan Irawati Hermawan memiliki lima orang anak, yaitu Adellina Syariffa, Muhammad Akmal Yusuf, Muhammad Elang, Mikaila Jessy Azzahra, dan Salma Aurellia Irmansyah.