Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 670kW (900hp). Kemudian pada tahun 1998-2000 dilakukan rehabilitasi terhadap seluruh unit BB302 sehingga memiliki daya mesin hingga 895–970kW (1.200–1.301hp). Lokomotif ini memiliki berat sebesar 44 ton (43 ton panjang; 49 ton pendek). Lokomotif ini biasa digunakan untuk menarik kereta penumpang ataupun kereta barang, termasuk untuk langsiran. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 80km/h (22m/s). Lokomotif ini bergandar B'B', artinya lokomotif ini memiliki dua bogie yang masing-masing memiliki dua poros penggerak yang saling dihubungkan.
Lokomotif ini dapat dianggap sebagai "kakak" dari Lokomotif BB303. Hal ini disebabkan modelnya yang sama (Henschel DHG 1000 BB) dengan desain lokomotif yang sangat persis, tetapi BB302 lebih berat (44 ton (43 ton panjang; 49 ton pendek)) dibandingkan dengan BB303 (42,8 ton (42,1 ton panjang; 47,2 ton pendek)).
Sejarah
Awal masa kedinasan (1970-1998)
Lokomotif BB302 pertama kali beroperasi pada tahun 1970 di Sumatera Utara, sebagai kakak dari lokomotif BB303 yang juga beroperasi di tempat yang sama, dan juga di Sumatera Barat, serta di Pulau Jawa. Lokomotif BB302 juga merupakan lokomotif yang unik, karena merupakan lokomotif endemik Sumatera Utara, di mana lokomotif ini hanya beroperasi disana, dan tidak dapat ditemukan di tempat lain, dengan jumlah yang sedikit, 6 unit saja.
Selama bertahun-tahun beroperasi, lokomotif BB302, bersama saudaranya, yaitu Lokomotif BB303, dan BB306 mendominasi jalur kereta api di Sumatera Utara, sebagai lokomotif penarik kereta penumpang dan barang. Lokomotif BB302 pada awalnya menggunakan mesin Maybach Mercedes-Benz tipe 12V393TZ10.
Akhir masa kedinasan (1998-sekarang)
Setelah 25 tahun beroperasi, lokomotif ini direhabilitasi, dengan mengganti mesinnya menjadi MTU.[1] Rehabilitasi terhadap seluruh unit lokomotif ini dilakukan pada rentang tahun 1998-2000 (bersamaan dengan BB303 yang berada di Sumatera Utara), sehingga lokomotif yang telah direhabilitasi, memiliki daya sekitar 895kW (1.200hp) serta memperpanjang masa pakai.
Semenjak Gapeka 2023, BB302 dan BB303 diturunkan dinasannya menjadi hanya lokomotif langsir, yang membuat lokomotif ini semakin jarang terlihat.
Alokasi
Di Indonesia, lokomotif jenis ini hanya ada 6 unit yang keseluruhannya hanya dapat ditemui di Depo Lokomotif Medan namun sekarang yang siap beroperasi tersisa dua unit (1 Lokomotif BB 302 70 01 di Depo Lokomotif Medan dan 1 Lokomotif BB 302 70 06 di Balai Yasa Pulu Brayan) dengan rincian penomoran sebagai berikut:
Seluruh penomoran lokomotif sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 Tahun 2010.
¹Lokomotif BB 302 06 (BB 302 70 06) awalnya akan dinyatakan Afkir/Dirucat/Hancur total/Rusak Permanen, tetapi sekarang telah dioperasikan kembali sebagai lokomotif langsir di Balai Yasa Pulu Brayan (PUB), dengan menggunakan livery kuning-hijau khas PJKA.
Lokomotif BB 302 70 01 adalah lokomotif BB 302 yang tersisa 1 di Depo Lokomotif Medan (MDN) yang sekarang menggunakan livery corak kuning-hijau khas PJKA.
TSGO berarti Tidak Siap Guna Operasi/Mangkrak/mangkir, TSO berarti Tidak Siap Operasi, SO berarti Siap Operasi.