Ayu Kartika Dewi (lahir 27 April 1983) adalah aktivis sosial sekaligus Staf Khusus Presiden di Bidang Sosial tahun 2019 - 2024. Sebelumnya, ia merupakan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2015 - 2017. Ia merupakan pendiri dari komunitas SabangMerauke.[2][3]
Setelah lulus S1, Ayu memulai karier profesionalnya di perusahaan asal Amerika Serikat, Procter & Gamble (P&G). Setelah dua tahun, ia mendapatkan posisi sebagai Manager Consumer Knowledge di P&G Singapura untuk mengelola pasar Asia Tenggara dan India. Setelah itu, Ayu mengundurkan diri dari posisinya di P&G dan memilih untuk menjadi guru sekolah dasar di pelosok Indonesia melalui program Indonesia Mengajar. Pada 2010, ia mendapatkan tugas untuk mengajar di salah satu SD yang berada di Desa Papaloang, Halmahera Selatan, Maluku Utara.[5]
Setelah menyelesaikan studi magisternya, Ayu terpilih sebagai staf khusus Gubernur DKI Jakarta yang pada saat itu dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama. Kemudian, pada tahun 2019 ia diangkat menjadi Staf Khusus PresidenJoko Widodo.[5]
Sekitar tahun 2010-2011, Ayu mendirikan sebuah organisasi yang berdokus pada isu toleransi bernama SabangMerauke. Tidak hanya itu, Ayu juga aktif memulai dan memimpin berbagai gerakan inisiatif lainnya seperti Perempuan Gagal, Milenial Islami, dan Toleransi.id. Saat ini, Ayu bekerja sebagai Direktur Pelaksana di Indika Foundation, organisasi nirlaba yang berdokus pada pendidikan, perdamaian, dan pembangunan karekter.[7]
Penghargaan
Ayu telah meraih beberapa penghargaan, di antaranya yaitu:[7][8]