Awalan bilangan (bahasa Inggris:Numeral prefixcode: en is deprecated atau number prefix) adalah awalan yang diturunkan dari bilangan-bilangan dari berbagai bahasa. Sejumlah kata-kata itu termasuk ke dalam kosakata bahasa Indonesia melalui bahasa-bahasa Eropa, misalnya bahasa Latin, bahasa Yunani, bahasa Belanda, bahasa Inggris dan lain-lain, misalnya: September – Oktober – November – Desember, desimal – heksadesimal, dan sebagainya. Untuk bahasa Eropa ada dua sistem prinsip, yaitu dari bahasa Latin dan Yunani, sedangkan bahasa Indonesia juga mendapat pengaruh dari bahasa Sanskerta.[1]
Ada juga awalan internasional dalam satuanukuran yang digunakan dalam sistem metrik, yang sebagian besar diubah dari bentuk-bentuk asli maupun tidak berdasarkan kata-kata bilangan.
Seskui- digunakan dalam kombinasi bahasa Latin untuk 1½ (misalnya seskuisentenial) dan kuaskui- untuk 1¼; multi- dan poli- masing-masing digunakan dalam kombinasi Latin dan Yunani, untuk "banyak" (multilateral, poligon).
12Lihat "Mendeleev's predicted elements" untuk penggunaan paling lazim awalan bilangan Sanskreta.
↑Demi- sebenarnya dari bahasa Prancis, asalnya bahasa Latin dimidium.
↑Sim- (sin-) dijumpai pada kata-kata simpleks, simpel.
12Awalan Yunani untuk bilangan 'satu' sebenarnya mono- "=sendirian". Hen- 'satu' hanya digunakan dalam kata majemuk bilangan (hendeka- "11") dan beberapa kata seperti henad (= monad). Haplo- 'tunggal' dijumpai dalam beberapa kata teknis seperti haploid.
12Bentuk-bentuk ini berkaitan dengan quattuor "empat", seperti tiga integer sebelumnya, merupakan kata tak beraturan dalam bahasa Latin dan bahasa Indo-Eropa lain; tidak jelas apakah merupakan bentuk asimilasi. Andrew Sihler, New comparative grammar of Greek and Latin, p. 412, and Carl Darling Buck, Comparative grammar of Greek and Latin. In particular, quadri- has the alternate form quadru- before p in some Latin words, such as quadruple.