Perhitungan
ADX adalah kombinasi dari dua indikator lain yang dikembangkan oleh Wilder, yaitu indikator arah positif (disingkat +DI) dan indikator arah negatif (-DI).[2]
ADX menggabungkan kedua indikator tersebut dan memperhalus hasilnya dengan smoothed moving average.
Untuk menghitung +DI dan -DI, dibutuhkan data harga yang terdiri dari harga tertinggi, terendah, dan harga penutupan setiap periode (biasanya setiap hari). Pertama-tama, kita harus menghitung pergerakan arah (+DM dan -DM):
- UpMove = harga tertinggi hari ini - harga tertinggi kemarin
- DownMove = terendah kemarin - terendah hari ini
- jika UpMove > DownMove dan UpMove > 0, maka +DM = UpMove, jika tidak +DM = 0
- jika DownMove > UpMove dan DownMove > 0, maka -DM = DownMove, jika tidak -DM = 0
Setelah memilih jumlah periode (Wilder awalnya menggunakan 14 hari), +DI dan -DI adalah:
- +DI = 100 kali rata-rata pergerakan yang diperhalus dari (+DM) dibagi dengan rata-rata rentang sebenarnya
- -DI = 100 kali rata-rata pergerakan yang diperhalus dari (-DM) dibagi dengan rata-rata kisaran sebenarnya
Rata-rata bergerak yang diperhalus dihitung selama jumlah periode yang dipilih, dan rata-rata kisaran sebenarnya adalah rata-rata yang diperhalus dari kisaran sebenarnya. Kemudian:
ADX = 100 kali rata-rata bergerak yang diperhalus dari nilai absolut (+DI - -DI) dibagi dengan (+DI + -DI)
Variasi dari perhitungan ini biasanya melibatkan penggunaan berbagai jenis rata-rata bergerak, seperti rata-rata bergerak eksponensial, rata-rata bergerak tertimbang, atau rata-rata bergerak adaptif.[3]