Pada tahun 1874, August Mohri, Ingwer Ludwig Nommensen, dan Peter Hinrich Nommensen mendirikan sebuah sekolah yang dinamai Sikkola Mordalan-dalan (bahasa Indonesia:sekolah kelilingcode: id is deprecated ). Sekolah (sebagai lembaga pendidikan, bukan bangunan) ini dididik oleh tiga guru di tempat yang berbeda-beda di kawasan Silindung sehingga selalu berpindah-pindah setiap hari. Sekolah ini terdiri dari 20 murid terbaik dari setiap sekolah dasar seantero Silindung.[1]
Pada tahun 1877, karena hasil yang memuaskan, Sikkola Mardalan-dalan akhirnya diputuskan untuk menjadi sebuah sekolah yang permanen di satu tempat, yaitu di Pansur Napitu. Sekolah ini menjadi Seminarium Pansur Napitu dengan Peter Hinrich Johannsen sebagai pengajar utamanya. Seminarium Pansur Napitu, di kemudian hari, dipindahkan oleh Johannes Warneck ke sebuah lokasi yang lebih luas di Sipoholon. Seminarium baru inilah yang dikenal sebagai Seminarium Sipoholon.