Asam fosfit (atau asam fosfonat) adalah suatu senyawa dengan rumus kimiaH3PO3. Senyawa ini bersifat diprotik (mudah melepaskan dua proton), dan bukan triprotik sebagaimana yang mungkin disangka dari rumus kimianya. Asam fosfit berperan sebagai senyawa antara dalam sintesis berbagai senyawa fosfor lainnya. Turunan organik dari asam fosfit, yaitu senyawa dengan rumus RPO3H2, dikenal sebagai asam fosfonat.
Tata nama dan tautomerisme
Zat padat HP(O)(OH)2 memiliki geometri tetrahedral di sekitar atom fosfor pusat, dengan satu ikatan P−H sepanjang 132 pm, satu ikatan rangkap P=O sepanjang 148 pm, serta dua ikatan tunggal P−OH yang lebih panjang, masing-masing sepanjang 154 pm. Seperti halnya oksida fosfor lain yang memiliki ikatan P−H (misalnya asam hipofosfit dan dialkil fosfit),[1] Senyawa ini berada dalam kesetimbangan dengan tautomer yang jumlahnya sangat kecil, yaitu P(OH)3. (Sebagai perbandingan, pada asam arsenit, tautomer utama justru berbentuk trihidroksi). IUPAC merekomendasikan agar bentuk trihidroksi P(OH)3 disebut sebagai asam fosfit, sedangkan bentuk dihidroksi HP(O)(OH)2 dinamai asam fosfonat.[2] Hanya senyawa fosfor dengan tingkat oksidasi lebih rendah yang penamaannya menggunakan akhiran “-it”.
HPO(OH)2 juga dapat dihasilkan melalui hidrolisis fosfor trioksida:
P4O6 + 6 H2O → 4 HPO(OH)2
Kegunaan
Penggunaan terpenting dari asam fosfit (asam fosfonat) adalah dalam produksi fosfit timbal basa, yang berfungsi sebagai penstabil pada PVC dan polimer terklorinasi sejenis.[4]
Asam ini juga digunakan dalam pembuatan penstabil PVC berupa fosfonat timbal basa, asam aminometilena fosfonat, serta asam hidroksietana difosfonat. Selain itu, asam fosfit dimanfaatkan sebagai agen pereduksi kuat dan dalam produksi serat sintetis, pestisida organofosfor, serta bahan pengolahan air yang sangat efisien seperti ATMP.
Material berbasis besi, termasuk baja, dapat memperoleh perlindungan tertentu dengan cara mendorong terjadinya oksidasi (pembentukan “karat”), kemudian mengonversi lapisan oksida tersebut menjadi metalofosfat menggunakan asam fosfat, dan selanjutnya dilindungi melalui pelapisan permukaan. (Lihat: pasivasi).
Turunan organik
Menurut tata nama IUPAC (terutama organik), nama yang digunakan adalah asam fosfonat. Penamaan ini umumnya diperuntukkan bagi turunan tersubstitusi, yaitu senyawa yang memiliki gugus organik yang terikat langsung pada atom fosfor, dan bukan sekadar ester. Sebagai contoh, (CH3)PO(OH)2 disebut sebagai "asam metilfosfonat", yang selanjutnya dapat membentuk ester berupa "metilfosfonat".
Referensi
↑Janesko, Benjamin G.; Fisher, Henry C.; Bridle, Mark J.; Montchamp, Jean-Luc (2015-09-29). "P(═O)H to P–OH Tautomerism: A Theoretical and Experimental Study". The Journal of Organic Chemistry. 80 (20). American Chemical Society (ACS): 10025–10032. doi:10.1021/acs.joc.5b01618. ISSN0022-3263. PMID26372089.
Holleman, A. F.; Wiberg, E. (2001). Inorganic Chemistry. San Diego: Academic Press. ISBN0-12-352651-5.
Corbridge., D. E. C. (1995). Phosphorus: An Outline of its Chemistry, Biochemistry, and Technology (Edisi 5th). Amsterdam: Elsevier. ISBN0-444-89307-5.
Lee, J.D. (3 Januari 2008). Concise Inorganic Chemistry. Oxford University Press. ISBN978-81-265-1554-7.