Belajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia sampai tahun 1961.[2] Pada tahun 1966 Asahan memperoleh gelar Sarjana Penuh di bidang filologi di Moskow.[2] Tahun 1975 ia belajar bahasa dan sastra Vietnam di Universitas Hanoi dan pada tahun 1978 mendapatkan gelar PhD-nya.[2]
Asahan mulai menulis pada tahun 1952, diantaranya pernah dimuat di majalah Waktu, Mimbar Indonesia, Sunday Courier, dan di beberapa ruang kebudayaan surat kabar Jakarta pada tahun-tahun 50-an.[2] Selain menulis puisi, Asahan juga menulis prosa.[2] Puisi dan cerpennya lebih banyak di muat di media eksil, seperti majalah Arah, Arena dan Kreasi.[2] Pada tahun 1993, kumpulan sajaknya yang pertama, berjudul Perjalanan dan Rumah Baru diterbitkan oleh Stichting ISDM Culemborg, Belanda.[2] Kumpulan sajaknya 23 Sajak Menangisi Viet Tri diterbitkan oleh Pustaka Jaya, Jakarta, tahun 1998.[2] Dan novelnya yang pertama, Perang dan Kembang, juga diterbitkan oleh Pustaka Jaya tahun 2001.[2]Cinta Perang dan Ilusi, kumpulan cerpen memoar Antara Moskow - Hanoi diterbitkan oleh Lembaga Humaniora Depok, 2006.[3] Tahun 2009, memoarnya, Azalea: Hidup Mengejar Ijazah, diterbitkan oleh Ultimus.[4]
Ia wafat di Haarlem, Belanda pada 5 November 2020 pada usai 81 tahun.[5]
Hasil karya
Perjalanan dan Rumah Baru (kumpulan sajak)
23 Sajak Menangisi Viet Tri (kumpulan sajak, 1988)
Perang dan Kembang (novel, 2001)
Cinta Perang dan Ilusi, kumpulan cerpen memoar Antara Moskow - Hanoi (cerpen memoar, 2006)
Azalea: Hidup Mengejar Ijazah (memoar, 2009)
Rujukan
12(Inggris) McGlynn, John dan Ibrahim, A. Kohar(ed). Menagerie 6, Lontar, 2004, ISBN 979-8083-52-0
12345678910(Indonesia) Alham, Asahan (ed). Di Negeri Orang: Puisi Penyair Indonesia Eksil, Lontar, 2002, ISBN 979-8083-42-3