Artauli bergabung dengan dinas diplomatik pada 1981.[1] Penugasan luar negeri pertamanya adalah di misi tetap di Wina pada Agustus 1984,[1] di mana ia memulai sebagai atase sebelum dipromosikan menjadi sekretaris ketiga.[5][6] Ia bertugas di sana hingga Agustus 1988, kemudian kembali ke kementerian luar negeri.[1] Selanjutnya, ia ditempatkan di misi untuk Masyarakat Ekonomi Eropa, menangani urusan ekonomi dengan pangkat sekretaris pertama mulai 10 Agustus 1992.[7]
Setelah empat tahun di Brussel, Artauli kembali ke kementerian luar negeri pada Agustus 1996. Ia kemudian ditugaskan ke bagian politik kedutaan besar di Kanada pada Juni 1999 dengan pangkat konselor.[1][8] Ia kemudian dipromosikan menjadi penasihat menteri[9][10] dan pada 2001 menjabat sebagai kuasa usaha ad interim setelah duta besar Budiman Darmosutanto meninggalkan jabatannya.[11]
Pada 3 Mei 2002, Artauli dilantik sebagai kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Organisasi Internasional di kementerian luar negeri.[12] Ia meninggalkan Kanada untuk jabatan barunya dua bulan setelah pelantikan.[1] Sekitar setahun kemudian, pada 20 November 2003, ia dilantik sebagai duta besar untuk Vietnam[13] dan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Trần Đức Lương pada 10 Februari 2004. Ia menerima Medal for Peace and Friendship among Nations dari Vietnam Union of Friendship Organisations pada akhir masa jabatannya sebagai duta besar pada 6 Februari 2007.[1] Pada 11 Mei 2007, ia kembali dilantik sebagai kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan kementerian luar negeri.[14] Pada September 2009, ia sempat dicalonkan sebagai duta besar untuk Prancis untuk menggantikan Arizal Effendi, tetapi pencalonannya kemudian dibatalkan.[15]
Artauli menjabat sebagai kepala badan tersebut hingga pensiun pada 2010 dan digantikan sementara oleh direktur jenderal informasi dan diplomasi publik Andri Hadi. Setelah itu, ia menjadi sekretaris eksekutif bagi penasihat presiden bidang hubungan internasional, Hassan Wirajuda, dari Maret 2011 hingga Oktober 2014. Ia mewakili Indonesia sebagai eminent person dalam Indian Ocean Dialogue 2015. Di bidang akademik, Artauli mengajar di Universitas Paramadina dan dalam pendidikan diplomatik senior di kementerian luar negeri. Ia juga mewakili Indonesia dalam dewan penasihat Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi ASEAN dari 2014 hingga 2017 serta dalam dewan pengelolaannya dari 2017 hingga 2021.[1]
↑"Menlu Lantik Pejabat Eselon I dan II"[Foreign Minister Appoints Echelon I and II Officials]. Kompas. 4 May 2002. Diarsipkan dari asli tanggal 31 May 2002. Diakses tanggal 27 September 2025.
↑Sulistyowati, Retno (November 20, 2003). "Presiden Melantik 12 Duta Besar"[The President Appoints 12 Ambassadors]. Tempo.co. Diakses tanggal 13 December 2025.
↑"Pejabat-pejabat Baru Deplu"[New Officials of the Department of Foreign Affairs]. Kompas. May 12, 2007. Diarsipkan dari asli tanggal May 26, 2007. Diakses tanggal 13 December 2025.
↑Fujita-Rony, Dorothy B. (2021). The memorykeepers: gendered knowledges, empires, and Indonesian American history. Gendering the Trans-Pacific world. Leiden Boston: Brill. hlm.237. ISBN978-90-04-43198-0.