Santo Arsenius dikenal sebagai seorang pejabat tinggi di istana Kaisar Teodosius di Konstantinopel.[1][2][3] Selain mengerjakan tugas-tugas wajib kenegaraan, ia pun menjadi pendidik bagi putra-putri Kaisar Teodosius.[1] Dalam kedudukannya ini, Arsenius memiliki banyak harta kekayaan yang dapat memuaskan semua keinginan dan hawa nafsu pribadinya.[1] Namun, lama-kelamaan ia mulai merasa bahwa kepuasan dan ketenangan batin tidak bisa diperoleh dengan hidup yang dipenuhi hawa nafsu dunia.[1]
Sejak saat itu, Arsenius mulai mengubah cara hidupnya dengan lebih banyak meluangkan waktu untuk merenungkan makna kehidupannya di dunia ini.[1] Ia terkenal sebagai seorang pertapa.[1] Banyak orang datang kepadanya untuk meminta bimbingan rohani.[1]
12345678Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM, Orang Kudus Sepanjang Tahun, disunting oleh: Drs. Michael Benyamin Mali, Penerbit OBOR, cetakan ke-VII, bulan Mei 2004. Hlm. 354-355.
↑A. Heuken. 1985. Ensiklopedi Orang Kudus. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Hal. 41.
↑(Inggris)David Farmer. 1997. The Oxford Dictionary of Saints . New York: Oxford University Press. P. 45-46.
Sumber Lain
Attwater, Donald and Catherine Rachel John. The Penguin Dictionary of Saints, 3rd edition. New York: Penguin Books, 1993. ISBN 0-14-051312-4.