Arief Rizquna adalah seorang Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Trisakti selain itu ia juga aktif dalam dunia kepenulisan serta dunia aktivisme mahasiswa. Ia dikenal luas atas perannya sebagai penulis beberapa karya serta Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti dan keterlibatannya dalam memimpin berbagai aksi demonstrasi mahasiswa berskala nasional.
Latar Belakang dan Pendidikan
Arief menempuh pendidikan tinggi di Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Trisakti. Selama masa studinya, ia memfokuskan keilmuannya pada bidang sistem daya cerdas (intelligent power systems) dan teknik tegangan tinggi.
Selain aktif di bidang akademik, ia juga menorehkan prestasi dalam kompetisi debat, di antaranya meraih Juara 1 Lomba Debat tingkat Fakultas Teknologi Industri serta penghargaan sebagai Pembicara Terbaik (Co-Best Speaker) ke-2 dalam Lomba Debat Bahasa Indonesia pada Dies Natalis ke-58 Universitas Trisakti.
Aktivisme dan Pergerakan
Arief terlibat aktif dalam organisasi intra-kampus dan dipercaya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti. Dalam pergerakan mahasiswa, ia bertindak sebagai salah satu koordinator lapangan dan konseptor dalam aksi demonstrasi besar di depan Gedung DPR/MPR RI.
Salah satu gerakan penting yang dipimpinnya adalah aksi "Tritura Kembali", yang membawa tiga tuntutan utama kepada pemerintah:
Pemulihan sektor ekonomi dan politik nasional.
Pemberantasan inkompetensi di kalangan pejabat negara.
Pengembalian supremasi sipil dalam tatanan demokrasi Indonesia.
Karier Profesional dan Karya Tulis
Setelah menyelesaikan studi akademisnya, Arief berkarier sebagai insinyur listrik (Electrical Engineer) di industri energi nasional, salah satunya di PT Pertamina Hulu Rokan.
Di samping profesi teknisnya, ia aktif menulis untuk menuangkan gagasan sosial-politiknya. Ia menuangkan refleksi idealismenya ke dalam sebuah buku berjudul Kepemimpinan Lahir Dari Pemikiran Dan Kebebasan (ISBN 978-623-8718-56-6). Buku tersebut membahas pentingnya ruang kebebasan berpikir bagi generasi muda sebagai "laboratorium" untuk melahirkan pemimpin masa depan yang kritis.
Bibliografi
Kepemimpinan Lahir Dari Pemikiran Dan Kebebasan (Penerbit Adab, 94 halaman, ISBN 978-623-8718-56-6)