Karier
Juharson Estrella Sihasale lahir di Tembagapura pada 5 Oktober 1973. Ia menghabiskan masa kecilnya di kota kelahirannya tersebut sebelum akhirnya pindah ke Jakarta. Di ibu kota, ia melanjutkan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga kemudian merintis kariernya di dunia hiburan.
Ari mengawali karier modelnya ketika dia menang sebagai juara kedua cover boy majalah remaja Mode di tahun 1990.
Pada Tahun 1991, ia mengawali debutnya di dunia seni peran melalui film Rini Tomboy (1991) yang dibintangi oleh Cornelia Agatha, Dalam film tersebut, ia dikreditkan dengan nama Ari Juharson, sebelum akhirnya dikenal luas dengan nama panggung Ari Sihasale.
Ari pernah bergabung dengan grup vokal Cool Colors bersama Ari Wibowo, Surya Saputra, Johandy Yahya, serta Teuku Ryan.
Nama Ari semakin dikenal luas oleh publik setelah ia membintangi sinetron Ali Topan Anak Jalanan pada tahun 1997. Dalam serial tersebut, ia dipercaya sebagai pemeran utama pria bernama Ali Topan, beradu akting dengan Karina Suwandi yang memerankan karakter utama wanita bernama Anna Karenina.
Beda dari Project-Project sebelumnya, Pada tahun 2005, Ari Sihasale terlibat dalam program komedi Ngajak Cengengesan[1] yang disiarkan oleh Global TV. Dalam acara tersebut, ia beradu peran dengan sejumlah selebritas tanah air, seperti Olga Lydia, Adi Bing Slamet, Deswita Maharani, dll. Melalui program ini, Ari menunjukkan sisi jenakanya dengan memerankan berbagai karakter unik dalam setiap episodenya, di antaranya tokoh Cinderale dan Babe.
Saat ini, ia mempunyai rumah produksi yang bernama Alenia Pictures bersama istrinya yang menelurkan film pertamanya pada 2006 dengan judul Denias, Senandung di Atas Awan.[2]
Tidak hanya berkiprah di dunia seni peran, sosok yang akrab disapa Ale kini aktif sebagai pengurus Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Fokus pada pembangunan di wilayah Papua, ia dilantik langsung oleh Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menariknya, sempat terjadi kesalahpahaman sebelum prosesi pelantikan akibat perbedaan antara nama asli dan nama panggung yang ia gunakan.[3]
[4]
Memasuki tahun 2026, Ari Sihasale bersama istrinya, Nia Zulkarnaen, berkolaborasi dengan Damara Finch dan Annette Edoarda sebagai pembawa acara dalam program dokumenter The Mind Journey [5] (RCTI). Program yang diproduksi di bawah naungan MIND ID ini mengangkat topik mengenai industri pertambangan di Indonesia serta menyoroti berbagai sisi humanis dan operasional dalam sektor tersebut.