Arek Lancor atau Monumen Arek Lancor adalah Monumen yang berdiri tegak di pusat kota Pamekasan, Madura. Kata "Arek Lancor" berasal dari bahasa madura yang artinya "Api yang berkobar". Monumen ini didirikan pada tahun 1985 untuk mengenang perjuangan rakyat pamekasan dalam melawan penjajah belanda. Monumen Arek Lancor sendiri memiliki bentuk yang historis, dimana terdapat kobaran api yang membentuk senjata tradisional madura Celurit.[1]
Sejarah
Sejarah Monumen arek lancor berkaitan dengan perjuangan rakyat pamekasan pada masa Agresi Militer Belanda 1. Pada 4 Agustus 1947, pasukan belanda mendarat Camplong dan Branta Pesisir. lalu dua hari kemudian berhasil menduduki kota pamekasan. Namun rakyat tidak tinggal diam, dengan bersama tentara Nasional indonesia (TNI), dan dengan Resimen Jokotole, para ulama memimpin bermacam-macam laskar perjuangan, seperti barisan pemberontakan rakyat indonesia (BPRI) di bawah komando KH Amin jakfar , serta laskar Hizbullah dan sabilillah.[2] Pertempuran besar meletus pada 6 Agustus 1947, bertepatan dengan 29 Ramadhan, ketika para pejuang melakukan serangan untuk merebut markas belanda di jantung kota. Bentrokan sengit terjadi di depan Masjid Jamik yang sekarang dikenal Masjid Agung Asy-Syuhada.[1]