Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
Mayor Jenderal TNI Ardiansyah (lahir 8 Februari 1977) adalah seorang perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Ia merupakan alumni Akademi Militer tahun 1998 dan saat ini menjabat sebagai Dosen tetap di Universitas Pertahanan sekaligus menjadi Kepala sekolah SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi untuk periode 2025 - sekarang.
Mayjen TNI Ardiansyah merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang angkatan 1995 (TN 3), dan bersama dua rekannya dari angkatan yang sama, ia ditunjuk sebagai kepala sekolah di tiga kampus SMA Taruna Nusantara yang berbeda pada tahun 2024 .[1]
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Ardiansyah pernah menempati berbagai posisi di lingkungan TNI, termasuk sebagai KomandanBatalyon Infanteri 900/Raider dan Komandan Komando Distrik Militer 1606/Lombok Barat. Ia juga pernah menjabat sebagai Perwira Pembantu VI Operasi Dalam Negeri Staf Operasi Angkatan Darat (Paban VI/Ops DN Sopsad) dan Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Perencanaan Operasi (Renops).
Mayjen TNI Ardiansyah menyelesaikan pendidikan akademik di bidang administrasi dan pemerintahan. Ia memperoleh gelar Sarjana Ilmu Sosial(S.Sos.) dari Universitas Tidar pada tahun 2010 dan melanjutkan dengan gelar Magister Ilmu Pemerintahan (M.I.P.) dari Universitas Jenderal Achmad Yani.[2] Karier militer Ardiansyah dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada tahun 1998 sebagai salah satu lulusan terbaik dari angkatan tersebut. Dalam perjalanan pendidikannya di dunia militer, ia mengikuti serangkaian pelatihan yang mencakup:[7]
Mayjend TNI Ardiansyah pernah menduduki berbagai pangkat dan jabatan selama kariernya di TNI Angkatan Darat. Di antaranya, ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Raider 900 dan Komando Distrik Militer 1606 di Lombok Barat saat berpangkat Letnan Kolonel. Saat ini, ia menjabat dengan pangkat Mayor Jenderal. [8]
[10] Mayjend TNI Ardiansyah aktif terlibat dalam sejumlah operasi militer dan penugasan, termasuk yang bersifat internasional. Ia juga menerima berbagai tanda jasa militer bintang jasa, sebagaimana para perwira TNI lain yang telah berkontribusi dalam tugas-tugas nasional dan internasional
Riwayat Operasi Militer
Mayjend TNI Ardiansyah pernah terlibat dalam beberapa operasi militer selama kariernya di TNI AD, antara lain:
Riwayat Penugasan Dalam Negeri
Mayjend TNI Ardiansyah pernah terlibat dalam beberapa operasi militer selama kariernya di TNI AD, antara lain:
Operasi Pemulihan Keamanan Nanggroe Aceh Darussalam (OPSLIHKAM NAD) pada tahun 2001.
Operasi Pengamanan Perbatasan Indonesia–Malaysia (OPS PAMTAS MALINDO) pada tahun 2002.
Operasi Darurat Militer di Aceh (OPS DARMIL NAD) pada tahun 2003
Operasi Pengamanan Perbatasan RI–Republik Demokratik Timor Leste (OPS PAMTAS RI–RDTL) pada tahun 2013.
Riwayat Penugasan Luar Negeri
Pendidikan di Officer Cadet School (OCS) - Singapura pada tahun 2010.
ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) – Singapura pada tahun 2017
Delegasi Republik Indonesia ke Myanmar terkait isu Rohingya - Myanmar pada tahun 2017
Mayjend TNI Ardiansyah menerima sejumlah satyalancana (tanda jasa) dari Pemerintah Republik Indonesia, antara lain:
Satyalancana Dharma Nusa Diberikan kepada prajurit TNI, Polri, atau PNS yang terlibat aktif dalam operasi pemulihan keamanan di wilayah konflik di dalam negeri selama paling singkat 90 hari terus-menerus atau 120 hari tidak terus-menerus.
Satyalancana Kesetiaan (kelas VIII Tahun dan XVI Tahun) Diberikan kepada prajurit TNI yang menunjukkan kesetiaan melalui masa dinas terus-menerus selama 8 atau 16 tahun, tanpa terdapat catatan pelanggaran disiplin.
Satyalancana Dwidya Sistha Diberikan kepada prajurit TNI (atau WNI bukan prajurit serta WNA) yang berkontribusi sebagai instruktur atau pendidik di lingkungan pendidikan militer, dengan ketentuan masa bakti tertentu.
Satyalancana Wira Karya Meskipun dikategorikan sebagai satyalancana sipil, prestasi penerimaannya mencerminkan darma bakti besar kepada negara dan bangsa sehingga menjadi teladan, sesuai ketentuan pemerintah.
Satyalancana Wira Dharma Diberikan kepada prajurit TNI yang bertugas sebagai petugas penjaga perbatasan selama paling singkat 90 hari terus-menerus atau 120 hari tidak terus-menerus.[4][5]
PejabatPublik (2025-06-20). "Profil Brigjen TNI Ardiansyah, Akmil 1998, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Cimahi". PejabatPublik.com. Diakses tanggal 2025-09-02.
PejabatPublik (2025-06-20). "Profil Brigjen TNI Ardiansyah, Akmil 1998, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Cimahi". PejabatPublik.com. Diakses tanggal 2025-09-02.
"Curup, Rejang Lebong". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2025-08-24.
PejabatPublik (2025-06-20). "Profil Brigjen TNI Ardiansyah, Akmil 1998, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Cimahi". PejabatPublik.com. Diakses tanggal 2025-09-02.
PejabatPublik (2025-06-20). "Profil Brigjen TNI Ardiansyah, Akmil 1998, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Cimahi". PejabatPublik.com. Diakses tanggal 2025-09-02.
PejabatPublik (2025-06-20). "Profil Brigjen TNI Ardiansyah, Akmil 1998, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Cimahi". PejabatPublik.com. Diakses tanggal 2025-09-02.
"2 Kolonel Pecah Bintang, Ini Jabatan Terbaru 15 Jenderal TNI AD Alumni SMA Taruna Nusantara". ERAKINI.ID. Diakses tanggal 2025-09-02.
"2 Kolonel Pecah Bintang, Ini Jabatan Terbaru 15 Jenderal TNI AD Alumni SMA Taruna Nusantara". ERAKINI.ID. Diakses tanggal 2025-09-02.
admin4. "Panglima TNI Rotasi Dan Mutasi 130 Perwira Tinggi TNI". Internal. Diakses tanggal 2025-09-02. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
"Sejarah". Diakses tanggal 2025-09-02.
"Sejarah". Diakses tanggal 2025-09-02.
"Tim TNI AD Juara AARM Disambut Wadanjen Kopassus". Rmol.id. Diakses tanggal 2025-09-02.