Anti-konsumerisme adalah sebuah ideologisosiopolitik yang menentang konsumerisme, tindakan membeli dan mengkonsumsi barang-barang secara berlebihan. Anti-konsumerisme terkait dengan tindakan pribadi terhadap perusahaan bisnis dalam tujuan keuangan dan ekonomi atas dasar kesejahteraan publik, khususnya dalam hal perlindungan lingkungan hidup, stratifikasi sosial dan etika dalam mengurusi masyarakat. Dalam politik, anti-konsumerisme berkaitan dengan aktivisme lingkungan hidup, anti-globalisasi, dan aktivisme hak asasi hewan; selain itu, ragam dari anti-konsumerisme adalah pasca-konsumerisme, gaya hidup dengan cara tumpang tindih dengan konsumerisme.[1]