Ketika Ansgarius masih berumur belasan tahun, ia mulai mengajar anak-anak di sebuah sekolah biara di Jerman.[3] Setelah itu, ia dikirim ke Swedia sebagai seorang misionaris.[3] Di tengah perjalanan, ia diserang perampok yang merampas semua barang-barangnya.[3] Hidup Ansgarius memang tidak selalu baik dan mulus.[3] Setelah menjadi Uskup Agung di Jerman dan memimpin misi di Denmark, Norwegia, dan Swedia, penyerbuan besar-besaran Bangsa Viking menghancurkan kotanya di Jerman.[3] Akibatnya, para misionarisnya lari keluar dari Swedia.[3] Akan tetapi, setelah musibah itu berlalu, Ansgarius tetap berkarya lagi mewartakan Injil.[3] Ia bersikap ramah terhadap kaum miskin, bahkan mau mencuci kaki dan melayani mereka makan.[3] Ansgarius berupaya terus menjadi orang baik kendati banyak kesulitan dalam hidupnya.[3]
Kehidupan
Ansgar lahir di dekat Amiens, Prancis, sebagai putra seorang bangsawan.[4] Setelah ibunya meninggal pada usia muda, Ansgar dibesarkan di Corbie Abbey, dan mencapai kemajuan pesat dalam pendidikannya. Menurut Vita Ansgarii ("Kehidupan Ansgar"), ketika masih anak kecil ia mendapat suatu penglihatan bahwa ibunya bersama-sama Santa Maria, sejak itu sikapnya yang ceroboh terhadap hal rohani berubah menjadi serius ("Life of Ansgar", 1). Muridnya, pengganti dan juga penulis biografinya, Rimbert, menganggap penglihatan ini adalah yang pertama-tama menjadi motivasi utama kehidupan santo ini.
Pryce, Mark. Literary Companion to the Festivals: A Poetic Gathering to Accompany Liturgical Celebrations of Commemorations and Festivals.Minneapolis: Fortress Press, 2003.
Tschan, Francis J. History of the Archbishops of Hamburg-Bremen. New York: Columbia University Press, 1959.
Wood, Ian. The Missionary Life: Saints and the Evangelisation of Europe, 400 – 1050. Great Britain: Longman, 2001.
Life of Ansgar
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Saint Ansgar.