Anjing WallertheimAnjing kaca polikrom dari Wallertheim
Anjing Wallertheim atau dalam Bahasa Jerman dinamai Das Wallertheimer Hündchen (secara harfiah bermakna "anak anjing kaca dari Wallertheimer") adalah sebuah patung berbahan kaca polikrom yang ditemukan di situs arkeologiWallertheim di Jerman, dalam sebuah makam tradisi Celt yang berasal dari periode ProtohistorisLa Tène.
Dua spesimen penting dari equidae prasejarah (anggota keluarga kuda) juga ditemukan di Wallertheim. Salah satunya adalah leluhur langsung keledai Eropa modern yang punah sekitar 10.000 tahun yang lalu. Equidae prasejarah kedua yang ditemukan di situs ini adalah leluhur langsung kuda modern, yang juga punah sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Anjing kaca polikrom
Pada tahun 1951, beberapa makam dari periode La Tène ditemukan di situs tersebut, termasuk dua makam berdampingan yang diberi nomor 31 dan 32. Di salah satu sisinya, ditemukan patung anjing berbahan kaca polikrom yang ditempatkan di dalam makamkremasi. Penemuan ini berasal dari abad ke-II e.[2]
Dari semua penemuan patung anjing yang dibuat di situs tersebut, yang paling terkenal adalah "anjing kecil Wallertheim". Patung ini ditemukan di antara perlengkapan makam di sebuah makam anak-anak. Ukurannya sangat kecil, hanya memiliki panjang 2,1cm dan tinggi 1,6cm, dengan garis-garis putih pada tubuhnya yang terbuat dari kaca polikrom bir Tubuhnya kekar, silindris, berongga, dan terbuka di bagian belakang. Kaki-kakinya pendek dan terpisah, ekornya melengkung ke depan seperti spiral, telinganya kecil dan runcing ditempatkan di atas kepala yang memanjang dan sedikit tidak proporsional, serta diberi akses warna kuning.[3]
Representasi anjing sebenarnya cukup langka pada periode ini. Begitu pula penggunaan kaca untuk membuat patung, karena biasanya terbuat dari tanah liat, perunggu, besi, atau batu jet. Penggunaan kaca dalam pembuatan patung Anjing Wallertheim dianggap unik.[2]
Patung ini dipamerkan di Museum Tanah di Mainz, dengan julukan Kelti. Anjing kecil ini kemudian mnjadi simbol lokakarya pendidikan museum.[4]