Ini adalah nama Melayu; nama "Adam" merupakan patronimik, bukan nama keluarga, dan tokoh ini dipanggil menggunakan nama depannya, "Anisha Rosnah". Kata bin (b.) atau binti (bt.), jika digunakan, berarti "putra dari" atau "putri dari".
Ia memiliki tiga saudara kandung: Danial Deen Isa-Kalebic, Marina Isa-Kalebic, dan Idris Isa-Kalebic. Saudara laki-lakinya, Danial, adalah teman baik suaminya, Pangeran Mateen.[4] Anisha juga memiliki empat saudara tiri dari hubungan ayahnya yang lain: Alexander, Anna Maria, Jean Pierre, dan Natasha.[5][2]
Pendidikan dan karier
Anisha menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Sekolah Internasional Jerudong di Kampong Tungku, yang juga menjadi tempat menimba ilmu bagi saudara-saudaranya maupun suaminya.[6]
Pada tahun 2017, ia lulus dari Universitas Bath di Britania Raya dengan gelar Sarjana Seni dalam Bahasa Modern & Studi Eropa.[7] Selain itu, ia menyelesaikan satu semester pertukaran pelajar di Universitas Complutense Madrid di Madrid dan penempatan kerja di Paris. Anisha fasih berbahasa Inggris, Prancis, Melayu, dan Spanyol.[1]
Pada tahun 2016, saat masih berkuliah di universitas, Anisha mendirikan Authentinerary bersama teman kuliahnya, Emily Paul. Perusahaan tersebut menyediakan rencana perjalanan khusus (bespoke travel itineraries) ke Paris, Madrid, dan Bath.[8] Pada tahun 2019, ia meluncurkan label fesyen, Silk Collective,[9] bersama calon kakak iparnya, Janetira Attaskulchai.[10]
Pernikahan
Mateen dan Anisha saat parade pernikahan mereka pada tahun 2024
Pada 8 Oktober 2023, pihak istana mengumumkan pertunangan Anisha dengan Pangeran Abdul Mateen dari Brunei.[11] Pasangan ini telah saling mengenal sejak mereka masih anak-anak[12] dan dikabarkan mulai berkencan pada tahun 2018.[13] Anisha telah menghadiri beberapa acara selama bertahun-tahun sebagai pasangan Pangeran Mateen, seperti acara penyerahan Baret hijau miliknya pada tahun 2021,[14] pernikahan Putri Fadzilah Lubabul Bolkiah pada tahun 2022,[15] dan pernikahan Putri Azemah Ni'matul Bolkiah pada tahun 2023.[16]
Pasangan ini menikah dalam perayaan mewah selama sepuluh hari dari 7 Januari hingga 16 Januari 2024.[17]Majlis Istiadat Berbedak Pengantin Diraja atau upacara bedak dilaksanakan pada 10 Januari.[18] Anisha dan Mateen mengenakan pakaian tradisional berwarna merah dan keluarga mereka mengoleskan bedak wangi dan minyak ke tangan mereka untuk memberikan restu.[19] Keesokan harinya adalah upacara Majlis Istiadat Akad Nikah Diraja atau akad nikah di Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien di mana mereka secara resmi menikah.[20] Anisha mengenakan gaun rancangan Teh Firdaus.[21] Puncak dari perayaan tersebut adalah Majlis Bersanding Pengantin Diraja pada tanggal 14[22] yang diikuti oleh prosesi melalui jalan-jalan di Bandar Seri Begawan.[23][24] Anisha mengenakan gaun dari Dior dan perhiasan pinjaman dari Ratu Saleha dari Brunei.[25] Rangkaian acara diakhiri dengan Majlis Persantapan Diraja yang merupakan perjamuan di Istana Nurul Iman dengan sekitar 5.000 tamu.[26] Anisha mengenakan gaun Zuhair Murad dengan perhiasan yang kembali dipinjamkan dari Ratu Saleha.[27][28]
Pada 14 Oktober 2025, pasangan ini mengumumkan bahwa mereka sedang menantikan anak pertama mereka.[32] Anisha melahirkan putri mereka, Zahra Mariam, pada 8 Februari 2026.[33] Nama lengkap dan gelarnya adalah Yang Amat Mulia Pengiran Anak Zahra Mariam Bolkiah Binti Duli Yang Teramat Mulia Paduka Seri Pengiran Muda 'Abdul Mateen.[34]
Ia juga menghadiri acara amal dan budaya seperti pembukaan Sekolah Al-Ameerah Al-Hajjah Maryam, sekolah berkebutuhan khusus pertama di Brunei,[39] dan pameran seni 'Faith & Devotion'.[40]
Sebelum pernikahannya, ia menggunakan versi informal namanya, Anisha Isa Kalebic, yang masih digunakan oleh saudara-saudaranya.[3][12][41][42]
Brunei memiliki sistem gelar yang kompleks dan pihak istana tidak menggunakan terjemahan bahasa Inggris untuk gelar Anisha. Setelah menikah, ia diberikan gaya panggilanYang Amat Muliacode: ms is deprecated yang setara dengan Her Highness dan gelar Pengiran Anak Istericode: ms is deprecated yang dapat diterjemahkan sebagai Putri pendamping.[43]
6 November 1994 – 11 Januari 2024: Yang Mulia Dayang Anisha Rosnah binti Adam