Anik Sunyahni (lahir 1976) adalah seorang pesinden asal Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Ia dikenal dengan julukan "Ratu Kutut Manggung" karena kepiawaiannya dalam melagukan gending "Kutut Manggung". Sunyahni merupakan salah satu tokoh penting dalam dunia karawitan dan pewayangan modern.[1] Di era 1990-an Sunyahni pernah meraih popularitas sebagai penyanyi melalui genre musik campursari. Sunyahni mulai belajar karawitan sejak masih usia dini hingga Ia dikenal sebagai pesindhen yang kreatif, dan mampu menguasai teknik vokal sindhenan karawitan.[2]
Latar belakang
Sunyahni lahir di Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, dari keluarga yang memiliki tradisi seni Jawa. Ayahnya, Atmowiyono, adalah pemilik gamelan yang digunakan dalam pertunjukan karawitan. Sejak usia delapan tahun, Sunyahni mulai tampil sebagai pesinden.[1]
Karier
Pada usia 14 tahun, ia mendampingi dalang ternama seperti Ki Anom Suroto dan Ki Mantep Sudarsono. Popularitasnya meningkat setelah tampil bersama kelompok Panitia Tetap (Pantap) Semarang dan kemudian dikontrak oleh stasiun televisi Indosiar. Sunyahni juga pernah tampil di luar negeri, termasuk di Suriname, Slovakia, Republik Ceko, dan Taiwan, serta menerima berbagai penghargaan di dalam negeri.[1] Ia juga berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Presiden Soeharto dan tampil di Gedung MPR dan DPR.[1]
Selain aktif berkarya, Sunyahni berupaya melestarikan tradisi sinden dengan mengajarkan ilmu tersebut kepada kedua putrinya yaitu Puti dan Monika. Ia menekankan pentingnya nilai filosofis dalam syair karawitan dan tetap berkomitmen menekuni profesinya meskipun minat masyarakat terhadap seni sinden menurun.[1][4]