Operasi Barbarossa
Angkatan Darat ke-11 merupakan bagian dari Grup Angkatan Darat Selatan saat menginvasi Uni Soviet selama Operasi Barbarossa. Pada September 1941, Erich von Manstein ditunjuk sebagai komandannya. Pendahulunya, Generaloberst Eugen Ritter von Schobert, tewas ketika pesawat Fieseler Storch yang ditumpanginya mendarat di ladang ranjau Soviet.
Pada awal Barbarossa, tata tempur Angkatan Darat ke-11 meliputi:
|
|
- Korps XXX
- Divisi Infanteri ke-198
- Divisi Infanteri ke-14 (Rumania)
- Brigade Kavaleri ke-5 (Rumania)
- Brigade Artileri ke-110
- Batalion Meriam Serbu ke-249
- Batalion Artileri Antipesawat ke-610
- Batalion Nebelwerfer ke-70 (mortir 150 mm dan meriam 280 mm)
- Resimen Zeni Medan ke-690
- Batalion Perhubungan Korps ke-430
- Batalion Perbekalan Korps ke-430
- Batalion Kartografi Korps ke-430
|
|
- Cadangan angkatan darat dan aset lainnya
- Divisi Infanteri ke-22
- Resimen Artileri ke-766
- Batalion Tank ke-300
- Brigade Konstruksi ke-19
- Komando Konstruksi ke-926
- Batalion Kartografi ke-617
- Resimen Komunikasi Angkatan Darat ke-558
- Batalion Pengatur Lalu Lintas ke-756
- Komando Operasi Kereta Api
- Kompi Propaganda ke-693
|
Angkatan Darat ke-11 ditugaskan untuk menginvasi Semenanjung Krimea dan mengejar pasukan musuh di lambung Grup Angkatan Darat Selatan selama pergerakan majunya ke Uni Soviet.
Tata tempur Angkatan Darat ke-11 mencakup tiga korps: Korps XXX yang terdiri dari Divisi ke-22, ke-72, dan divisi Leibstandarte Adolf Hitler; Korps XI yang terdiri dari Divisi Infanteri ke-170 serta Divisi Jenderal Gunung ke-1 dan ke-4; serta Korps LIV yang terdiri dari Divisi Infanteri ke-46, ke-73, dan ke-50. Formasi yang disebutkan terakhir bertugas memimpin pergerakan maju ke Semenanjung Krimea pada awal September. Angkatan Darat ke-3 Rumania, tiga brigade Gunung, dan tiga brigade kavaleri juga berada di bawah komando von Manstein.
Einsatzgruppe D diperbantukan ke Angkatan Darat ke-11.
Pertempuran Sevastopol
Angkatan Darat ke-11 bertempur di bagian selatan Uni Soviet dari tahun 1941 hingga pertengahan musim panas 1942 dan mengepung Sevastopol. Unit ini tidak ambil bagian dalam Fall Blau ketika Grup Angkatan Darat Selatan menyerang wilayah Rusia Selatan menuju Kaukasus dan Stalingrad. Angkatan Darat ke-11 memotong jalur laut pasukan Soviet di Sevastopol, sehingga memastikan kejatuhan para pasukan pertahanan yang tersisa. Setelah pengepungan yang berlangsung selama 248 hari, sekitar 100.000 tawanan digiring ke dalam penawanan. Atas pencapaiannya dalam pertempuran ini, Manstein dinaikkan pangkatnya menjadi Generalfeldmarschall. Adolf Hitler yang merasa berterima kasih juga mengizinkan pembuatan "Perisai Krimea" untuk memperingati perjuangan Angkatan Darat ke-11. Namun, ini adalah kemenangan yang sangat mahal: korban jiwa dan kerugian materiil Angkatan Darat ke-11 begitu tinggi sehingga unit ini tidak lagi layak menjadi kekuatan tempur mandiri.[1] Manstein merekomendasikan agar Angkatan Darat ke-11 menyeberangi Selat Kerch dan merangsek ke wilayah Kuban untuk membantu merebut Rostov-na-Donu, atau ditempatkan sebagai cadangan Grup Angkatan Darat Selatan. Alih-alih demikian, sebagian dari Angkatan Darat ke-11, bersama dengan unit artileri pengepungan berat, dipindahkan ke Grup Angkatan Darat Utara. Ditugaskan untuk mengawasi pengepungan Leningrad, Manstein ikut pindah bersama mereka. Sisa-sisa pasukan Angkatan Darat ke-11 lainnya dibagi-bagikan ke Grup Angkatan Darat Tengah dan Grup Angkatan Darat Selatan.
Pembubaran Angkatan Darat ke-11 dan hilangnya unit ini dari tata tempur Grup Angkatan Darat Selatan membawa konsekuensi fatal bagi Jerman Nazi. Sepanjang musim gugur dan musim dingin tahun 1942 berikutnya, Pertempuran Stalingrad meletus. Luftwaffe telah meratakan sebagian besar kota menjadi puing-puing, dan keberadaan Sungai Volga di belakang kota membuat Jerman hampir mustahil menerapkan strategi klasik penjepitan ganda (dual pincer envelopment). Tentara Merah kini memilih taktik "merapat" (hugging tactics), yaitu menjaga garis depan sedekat mungkin dengan pasukan Poros. Hal ini membuat peran tank, pesawat, dan artileri sebagian besar menjadi tidak efektif, dan membebankan seluruh tanggung jawab pertempuran kepada infanteri.
Meskipun Angkatan Darat ke-6 berhasil merebut sebagian besar kota dan mendesak pasukan Soviet hingga ke tepian Sungai Volga di beberapa tempat, mereka membutuhkan beberapa divisi infanteri tambahan untuk menguasai kota sepenuhnya. Terlepas dari permintaan yang diajukan berulang kali kepada komando tinggi Jerman, Angkatan Darat ke-6 tidak mendapatkan bala bantuan karena tidak ada unit cadangan lain yang tersedia di wilayah tersebut, atau yang cukup dekat untuk mendukung mereka. Ketika pertempuran semakin sengit, Soviet melancarkan serangan balasan di kedua sisi lambung Angkatan Darat ke-6 dan menghancurkan Angkatan Darat ke-3 dan ke-4 Rumania. Capitan jepitan Soviet kemudian bertemu, sehingga mengepung dan pada akhirnya menghancurkan Angkatan Darat ke-6.
Angkatan Darat ke-11 dinonaktifkan pada 21 November 1942 dan digunakan untuk membentuk Grup Angkatan Darat Don yang baru dibentuk.
Tata tempur
Selama Pertempuran Sevastopol, Angkatan Darat ke-11 terdiri dari sembilan divisi infanteri Jerman (termasuk dua divisi yang diperbantukan di tengah pertempuran) dalam dua korps, dua korps senapan Rumania, ditambah berbagai elemen pendukung termasuk 150 tank, beberapa ratus pesawat, dan salah satu konsentrasi artileri terpadat yang pernah dikerahkan oleh Wehrmacht.