Asal-usul
Anggora adalah ras kucing alami yang sangat tua[5] dan salah satu ras yang tertua di dunia.[1] Berabad-abad lamanya kucing anggora mengalami seleksi alam di daerah pegunungan Ankara. Iklimnya yang sedemikian rupa membuat tubuhnya kuat dan bulunya berkembang menjadi panjang.[1]
Anggora adalah ras kucing yang tidak diketahui dari mana asal terbentuknya. Beberapa teori mengatakan bahwa anggora berasal dari seekor kucing liar dari Asia, yaitu kucing pallas. Namun, teori tersebut diragukan[6][7] karena kucing pallas memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan anggora.[1]
Teori lainnya mengatakan anggora berasal dari kucing liar afrika[6][7] yang dijinakkan oleh suku Tatar. Keturunan kucing liar afrika dipercaya dibawa ke Turki oleh para pedagang Mesir pada zaman peradaban Mesir Kuno. Dari kucing-kucing tersebutlah, anggora berkembang biak melalui seleksi alam dan perkawinan sedarah di daerah pegunungan yang tertutup.[1]
Kepopuleran
Kemungkinan anggora telah ada di Eropa sejak zaman Perang Salib. Pada saat itu, tentara-tentara Perang Salib pernah membawa kucing berbulu panjang ketika kembali ke Eropa. Pada abad ke-15, kucing-kucing anggora pernah dibawa dari Turki ke Eropa oleh beberapa wisatawan untuk dikembangbiakkan di Prancis dan Inggris sehingga kucing anggora cukup populer pada abad Renaisans.[1]
Pada abad ke-16, seorang sarjana Prancis, Nicolas-Claude Fabri de Peiresc membawa beberapa ekor anggora bersamanya dari Ankara ke Prancis. Dia kemudian mulai mengembangbiakkan kucing tersebut dan memberikan anak-anak kucingnya kepada para bangsawan sebagai hadiah dan kehormatan, salah satunya kepada Kardinal Richelieu.[1] Pada abad itu juga, anggora pertama kalinya dijual kepada orang-orang kaya di Prancis dan Inggris oleh Sultan Turki.[5] Anggora semakin dikenal di Eropa ketika raja Louis XVI dan Maria Antonia memelihara seekor anggora.[8][1] Ada sebuah kisah yang menceritakan bahwa Maria Antonia sangat mencintai kucing anggoranya sehingga ia mengirim kucingnya melalui sebuah kapal—yang juga digunakannya untuk pelariannya—ke Amerika Serikat pada masa Revolusi Prancis.[1]
Pada tahun 1620, seorang penjelajah Asia berkebangsaan Italia, Pietro della Valle, mendarat di Turki dan kemudian kembali ke Roma dengan membawa 7 pasang kucing anggora. Ia kemudian memberikan kucing-kucing tersebut kepada para bangsawan Romawi.[9]
Pada abad ke-18, banyak orang yang salah mengenai kucing anggora. Ketika itu, setiap kucing berbulu panjang di Persia disebut sebagai ras kucing anggora. Padahal kucing-kucing tersebut merupakan kucing ras persia. Pada waktu itu, banyak sekali kucing berbulu panjang di sekitar kota Angora (sekarang Ankara) dan sekitar daerah Persia (sekarang Iran). Pada waktu itu juga, tidak ada sama sekali perbedaan antara kucing berbulu panjang yang hidup di Angora dengan yang di Persia.[2][8]
Ketika banyak pedagang Eropa yang berbisnis di timur tengah, kucing-kucing yang berasal dari Turki dan Persia semakin banyak di impor ke Eropa. Kelompok kucing berbulu panjang sangat populer ketika kontes kucing mulai diadakan di Inggris pada tahun 1870. Sejak adanya kontes kucing itu, sifat-sifat genetik antara ras persia dengan ras anggora mulai berkembang menjadi lebih murni dan spesifik.[8]
Pada tahun 1917,[1] pemerintahan Turki bekerja sama dengan Kebun Binatang Ankara (atau Ankara Zoo) untuk melakukan program pengembangbiakan terhadap kucing anggora. Tujuan dari program ini adalah untuk melindungi dan melestarikan kucing ras anggora putih murni dengan mata ganjil. Program tersebut hingga saat ini masih berjalan.[1]
Pada tahun 1954, anggora pertama kalinya dijual ke Amerika Serikat dan mulai dikembangkan dengan pesat pada tahun 1960-an di Amerika Serikat,[10] Skandinavia, dan Britania Raya.[1]
Orang-orang Turki sangat menghargai kucing anggora sehingga ketika itu untuk mendapatkan seekor anggora saja dari Kebun Binatang Ankara sangat sulit. Namun, pada tahun 1962, seorang istri dari Kolonel Angkatan Darat, Walter Hibah, yang tinggal di Turki bernama Liesa F. Grant berhasil mengimpor sepasang anggora dari kebun binatang tersebut ke Amerika Serikat.[11]