Penerbangan Angara Airlines 2311 adalah penerbangan domestik terjadwal yang dioperasikan oleh Angara Airlines dari Bandar Udara Ignatyevo menuju Bandar Udara Tynda di Rusia yang jatuh saat pendekatan akhir dalam kondisi jarak pandang buruk pada 24 Juli 2025. Pesawat, sebuah Antonov An-24RV, jatuh sekitar 16 kilometer dari Bandar Udara Tynda ke dalam hutan dekat kota Tynda di Oblast Amur, Rusia timur.[1][2] Seluruh 42 penumpang dan 6 awak di dalam pesawat tewas.[3][4][5]
Pesawat dan penumpang
Pesawat tersebut adalah Antonov An-24RV dengan registrasi RA-47315, yang diproduksi pada tahun 1976[6] dan pertama kali dioperasikan oleh Aeroflot sebelum pembubaran Uni Soviet pada 1991. Pesawat ini juga pernah dioperasikan oleh Nizhny Novgorod Airlines, Kampuchea Airlines, KurskAvia, Izhavia, Aeroservis, dan RusLine.[7] Pada saat kecelakaan, Angara Airlines mengoperasikan 10 pesawat Antonov An-24, semuanya diproduksi antara tahun 1972 dan 1976.[3]Rosaviatsia menyatakan bahwa pesawat ini telah terlibat dalam empat insiden sejak 2018, tetapi pejabat menyebutkan bahwa pesawat tersebut telah lulus inspeksi teknis terbaru.[8] Sertifikat kelaikan udaranya diperbarui pada tahun 2021 dan berlaku hingga 2036.[1]
Berbagai sumber memberikan data berbeda terkait jumlah orang di dalam pesawat. Gubernur Oblast Amur, Vasily Orlov, menyebutkan terdapat 43 penumpang dan 6 awak, sementara Kementerian Darurat Rusia menyebutkan ada 40 orang di dalamnya.[9] Penumpang termasuk 5 anak-anak.[3] Lima penumpang diketahui adalah karyawan perusahaan Kereta Api Rusia.[10] Jumlah penumpang kemudian dikonfirmasi sebagai 42 penumpang dan 6 awak dalam pernyataan resmi.[11][12] Awalnya direncanakan ada 43 penumpang, tetapi satu perempuan batal terbang karena cucunya sakit.[13] Salah satu penumpang merupakan warga negara Tiongkok.[14]
Penerbangan
Awalnya, pesawat dijadwalkan berangkat pada pukul 09.10, tetapi mengalami penundaan selama 1 jam 35 menit akibat cuaca buruk.[9] Menurut Interfax, rute penerbangan mencakup pemberhentian di Khabarovsk, Blagoveshchensk, dan Tynda. Saat kecelakaan terjadi, penerbangan sedang mendekati tujuan akhirnya, yakni kota Tynda di Oblast Amur, ketika menghilang dari radar. Pesawat sempat melakukan pendekatan akhir yang gagal dalam kondisi jarak pandang buruk ke bandara Tynda, dan sedang melakukan upaya pendaratan kedua ketika gagal melapor di pos pemeriksaan.[15][16] Kontak dengan pesawat hilang pada pukul 13.00 VLAT (UTC+10:00).[17]
Puing-puing pesawat yang terbakar ditemukan oleh helikopter penyelamat milik Rosaviatsia[9][14] sejauh 16 kilometer dari Tynda.[1][18] Media Rusia melaporkan bahwa puing-puing ditemukan di lereng gunung dan tidak ada korban selamat.[4] Tidak ada jalan menuju lokasi kecelakaan, sehingga lebih dari 100 anggota tim penyelamat harus menggunakan alat berat untuk membuka jalur ke sana.[12] Akses darat ke lokasi sangat terhambat oleh medan yang terpencil dan rawa-rawa.[8]
Reaksi
Tiga hari masa berkabung diumumkan di Oblast Amur untuk para korban kecelakaan tersebut.[8] Presiden Tiongkok, Mesir, Belarus, Kazakhstan, dan Armenia mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas insiden ini.[19][20]