Andi Amrullah (12 Juli 1941–28 Maret 2002) adalah seorang sastrawan angkatan 63, politikus, dan akademisi.[1]
Pendidikan dasar ditempuh di kampung halamannya di Pagatan, sedangkan pendidikan menengah dan perguruan tinggi ditempuhnya di Malang, Jawa Timur. Di perguruan tinggi, ia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum dan Pengabdian Masyarakat(FHPM)Universitas Brawijaya Malang dan lulus pada tahun 1969.
Sebagai dosen bidang Ilmu Hukum di institusi utama Fakultas Hukum Unlam, Andi Amrullah juga mengajar dan menjadi pengurus pada Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA)Banjarmasin sebagai Wakil Ketua I, dengan Ir. H. M. Said sebagai Ketua Yayasan lembaga pendidikan swasta ini.[2] Sedangkan untuk kepengurusan pada STIH-SA, Andi dipercayakan sebagai Direktur.[2]
Pada akhir tahun 1991, selaku tokoh masyarakat Pagatan dan akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat beserta Pengurus Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pagatan (KPPMP), seperti Faisal Batennie, Burhansyah HS, Ros Fitriani Normala, Andi beserta rekan-rekannya menginisiasi sebuah pelaksanaan seminar akademik. Rekomendasi seminar tersebut adalah pelaksanaan “Pesta Laut Mappanretasi” yang sinergi dengan Kalender Wisata Asean.
Dunia Menulis
Ia menjalani aktivitas tulis-menulis bertajuk hukum di beberapa media massa nasional (Surya Pos, Jawa Pos, Suara Pembaruan, Kompas) dan media massa lokal (Banjarmasin Post, Majalah Bandarmasih Banjarmasin, SKH Dinamika Berita). Di SKH Banjarmasin Post ini, ia bahkan menjadi pengasuh Rubrik Konsultasi Hukum.
Artikel ilmiah
Perpustakaan Online Ohio University mengumpulkan beberapa tulisan ilmiahnya yang dimuat di beberapa media massa:
Mencermati DCS (Daftar Calon Sementara) Anggota Legislatif (Kompas Online)[3]
Lompat Pagar, Sebuah Akrobatik Politik (Suara Pembaruan Daily)[4]
Jaringan Kerja Sama Komnas HAM (Suara Pembaruan Daily)[5]
Potret Tindak Kriminalitas di Indonesia (Suara Pembaruan Daily)[6]
Buku Pedoman Pekan Orientasi Studi Akademi Administrasi Niaga Negeri [8]
Karier politik
Selain mengajar dan tulis menulis, Andi Amrullah juga pernah menjadi Ketua Ormas AMPIKalsel dan adalah tugasnya merekrut para pemuda dan aktivis kampus untuk bergabung dan membesarkan nama AMPI. Seorang di antaranya adalah Ketua Senat MahasiswaFakultas Ekonomi Unlam, Hadi Soesilo, yang akhirnya menjabat sebagai Pejabat Wali kota Banjarbaru Tahun 2005.
Pada tanggal 1-7 Maret 1963, Andi Amrullah menghadiri Konferensi Karyawan Pengarang Indonesia (KKPI) di Jakarta sebagai perwakilan sastrawan dari Jawa Timur.[9] Ia tercatat sebagai satu-satunya sastrawan kelahiran Kalsel (Pagatan) yang menghadiri KKPI. Sejak itu reputasi kesastrawanannya mulai dikenal secara nasional (meskipun di kemudian hari ia lebih banyak memublikasikan karya sastranya di berbagai koran terbitan daerah Kalsel saja).
Tahun 1960-an adalah tahun keemasan bagi Andi Amrullah sebagai seorang sastrawan. Karena pada periode ini tidak banyak muncul sastrawan baru. Mereka yang dominan adalah wajah-wajah lama seperti Shafwani Ibahy, Mh. Hadhariah Roch, Murjani Bawy, D. Zauhidhie, Yustan Aziddin, Hijaz Yamani, Ajin Aryadi, dan Andi Amrullah.[10] Mereka semua penyair, tetapi mereka tidak sempat membukukan karyanya sendiri kecuali dalam Perkenalan di dalam Sajak. Mh Hadhariah Roch ikut dalam Panorama. Sedangkan Andi Amrullah ketika masih studi di Malang bersama penyair-penyair Jawa Timur dalam kumpulan Laut Pasang (Pemda Kotapraja Surabaya,1963). Kemudian ia menerbitkan sendiri antologi puisinya Demi Buah Tin dan Zaitun (1974).
Pada September 2010, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Mardani H. Maming memberikan penghargaan kepada Andi Amrullah dan para seniman yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tanah Bumbu maupun Kalsel dengan karya-karyanya. Pada malam penyerahan anugerah seni itu diisi dengan pembacaan puisi dan teatrikal musik-musik religius. Pada kesempatan itu Pjs Bupati Tanah Bumbu ikut membacakan puisi karya Andi Amrullah.[11]
Beberapa puisi dalam Langkah, yang ditulis online di antaranya: Di Frankfurt, Bunga Karang, Kabar Buruk dari Surga, Langkah, Ketika Berbaring dalam Sepi, Di Muka Makam Rasulullah, Changi, Yul, Dan Bangau Itupun Kini Telah Menukik.
Antologipuisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain:
Laut Pasang (1963),
Jembatan I (1987),
Dengarlah Bicara Kami (1984),
Jembatan II (1988),
Harkat Kemanusiaan (1990),
Festival Puisi Kalimantan (1992), dan
Jendela Tanah Air (1995)
Novel dan antologi cerpen karangannya yang belum diterbitkan di antaranya:
↑Andi Amrullah. "Titian Musim / Kumpulan puisi, Andi Amrullah". Lantai 05C (1 item): Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli(Monograf) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2015-01-30.Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
↑Andi Amrullah (2005). Y.S. Agus Suseno (ed.). "Langkah: Kumpulan Puisi". Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Pustaka lanjutan
2005, Langkah (2005). Langkah (2005). Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, 2005. ISBN978-9-79338-100-8.