Analogi pembuat jam atau argumen pembuat jam adalah sebuah argumen teleologi menyatakan bahwa sebuah jam (seperti jam kantung) tak timbul secara kebetulan atau dengan sendirinya tetapi dibuat oleh pembuat jam terampil. Analogi pembuat jam bermula dalam teologi alam dan sering kali dipakai untuk berargumen untuk konsep ilmu semurancangan cerdas. Analogi tersebut menyatakan bahwa sebuah rancangan menyiratkan seorang perancang cerdas berupa sosok pencipta.
Penjelasan alternatif terhadap analogi pembuat jam kembali diajukan setelah bukuCharles Darwin tentang seleksi alam diterbitkan pada tahun 1859. Analogi pembuat jam dijelaskan dalam buku tersebut melalui penjelasan tentang kompleksitas dan adaptasi. Pada abad ke-19, para pendukung analogi pembuat jam dari penganut Deisme berpendapat bahwa teori Darwin sesuai dengan prinsip uniformitarianisme. Prinsip ini menyatakan bahwa semua proses di dunia yang terjadi pada masa sekarang, telah terjadi pula pada masa lalu. Selain itu, prinsip uniformitarianisme juga menyatakan bahwa evolusi deistik telah memberikan kerangka penjelasan untuk memahami variasi spesies di alam semesta mekanis.[3]