Anakronisme (dari kata Yunaniἀνάcode: grc is deprecated anacode: grc is deprecated , "melawan" dan χρόνοςcode: grc is deprecated khronoscode: grc is deprecated , "waktu") adalah ketidaksesuaian kronologis dalam suatu karya, khususnya penempatan seseorang, peristiwa, benda, atau adat-istiadat yang tidak sesuai dengan latar waktunya. Jenis anakronisme yang umum terjadi adalah penempatan objek yang tidak sesuai dengan latar waktu/zaman pada karya yang ditampilkan. Namun, anakronisme juga bisa berupa ungkapan verbal, teknologi, gagasan filosofis, gaya musik, material, tumbuhan atau hewan, kebiasaan, atau hal lainnya yang eksis atau identik pada suatu periode/zaman tertentu, tapi ditampilkan di luar periode/zaman tersebut.
Suatu anakronisme bisa terjadi dengan sengaja maupun tidak sengaja. Anakronisme yang disengaja dapat ditampilkan pada karya sastra atau seni untuk membantu penikmatnya agar lebih mudah terbawa suasana pada periode bersejarah yang sedang diceritakan/ditampilkan. Anakronisme juga bisa digunakan dengan maksud menampilkan retorika, komedi, atau kejutan. Anakronisme yang tidak disengaja bisa terjadi apabila pengarang, seniman, atau pelakon pertunjukan tidak terlalu mengetahui perbedaan teknologi, bahasa, adat-istiadat, atau busana pada zaman yang berbeda-beda.
Contoh
Orfeus, tokoh dalam mitologiYunani Kuno dilukiskan sedang membawa biola, padahal biola mulai diciptakan pada abad ke-16. Lukisan ini dibuat pada abad ke-17 oleh Cesare Gennari.
Dalam acara The Flintstones, manusia diceritakan hidup berdampingan dengan dinosaurus, merupakan contoh anakronisme yang sering terjadi pada komedi dan kartun.[1]
Artikel inimenyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik:Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Anachronism". Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press.;
Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.