Sekitar tahun 445 SM, suaminya Megabyzus memulai pemberontakan yang berhasil di Suriah melawan Artahsasta I. Awalnya, Amytis tinggal bersama raja selama perang; tetapi ia kemudian berpartisipasi bersama dengan Amestris dan SatrapArtarius, dalam negosiasi rekonsiliasi di antara pemberontak dan raja. Meskipun demikian, Megabyzus kembali jatuh dalam aib dan diusir dari istana dan diasingkan ke sebuah kota di Teluk Persia. Setelah lima tahun di pengasingan, Megabyzus diampuni dan diizinkan untuk kembali ke istana, lagi-lagi berkat ikut campur Amytis dan Amestris.
Amytis dan Megabyzus memiliki dua orang putra: Zopyrus dan Artyphius. Setelah kematian orangtuanya, Zopyrus melarikan diri ke Athena, di mana menurut Ctesias, ia "diterima dengan baik karena layanan yang diberikan ibundanya kepada orang Athena".[2]
Sumber-sumber Yunani menggambarkan Amytis sebagai wanita yang tidak bermoral. Menurut Ctesias, selama pemerintahan Ahasyweros ia dituduh berzinah oleh Megabyzus. Sejarawan yang sama selanjutnya menegaskan bahwa setelah kematian suaminya, ia memiliki hubungan asmara dengan dokter Yunani Apollonides dari Kos, dan bahwa ketika perselingkuhan itu dipergoki, Apollonides disiksa dan dibunuh oleh Ibu suri Amestris. Dinon, sejarawan Yunani lainnya, menggambarkan Amytis sebagai wanita Asia yang paling cantik dan licik. Tantangan paling sulit dalam menggunakan sejarawan-sejarawan seperti Ctesias atau Dinon sebagai sumber tepercaya adalah kenyataan bahwa mereka cenderung menulis carite menakjubkan yang lebih menarik bagi pembacanya, sering kali tanpa banyak memperhatikan kekakuan historis. Kurangnya sumber primer membuat tidak mungkin untuk memiliki citra Amytis yang akurat.[3]
↑Sancisi-Weerdenburg 1987. The work of Ctesias and Dinon is an important precursor to the Greek “romance”; one such example of this style is the Alexander Romance.
Bibliografi
Brosius, M (1998(: Women in Ancient Persia, 559-331 BC, Clarendon Press, Oxford.
Sancisi-Weerdenburg, H (1987): "Decadence in the empire or decadence in the sources. From source to synthesis: Ctesias", in H. Sancisi-Weerdenburg (ed.), Achaemenid History I: Sources, Structures and Synthesis. Proceedings of the Groningen 1983 Achaemenid History Workshop.
Schmitt, R (1985): "Amytis", in Encyclopædia Iranica vol. I.