Goodman adalah direktur berita dari stasiun Pacifica Radio WBAI-FM di New York City selama sepuluh tahun, ikut mendirikan Democracy Now! pada 1996. Acara ini berpindah tempat selama-lamanya pada tahun 2000 karena konflik mengenai kontrol atas Pacifica Radio dengan sekelompok angota dewan pengurusnya yang bermaksud menjual stasiun WBAI. Acara itu pindah ke sebuah stasiun pemadam kebakaran yang telah dirombak (dan masih bertempat di sini hingga sekarang) dan mulai menlakukan penyiarannya dari sana. Para pendengar akhirnya berhasil memperoleh kembali kontrol atas Pacifica dan mengembalikan tempat penyiaran acara tersebut ke tempat semula.[3]
Pada 1991, ketika ia sedang meliput gerakan kemerdekaan di Timor Timur, Goodman dan rekan sesama jurnalisnya, Allan Nairn, dipukuli habis-habisan oleh tentara-tentara Indonesia setelah mereka menyaksikan sebuah pembunuhan massal terhadap para pengunjuk rasa timor Timur dalam apa yang kemudian dikenal sebagai Pembantaian Dili.[4] Goodman berspekulasi bahwa satu-satunya yang menyelamatkan nyawanya hingga tidak mengalami apa yang terjadi atas para wartawan Australia yang dibunuh di Timor Timur pada 1975 adalah paspor Amerika yang dimilikinya. AS menyediakan dukungan militer kepada tentara-tentara Indonesia pada saat itu. AS tidak memotong bantuan-bantuan militernya kepada Indonesia hingga 1993.
Referensi
↑"Amy Goodman Biography". Encyclopædia Britannica Online. Encyclopædia Britannica. April 6, 2018. Diakses tanggal 2019-01-24.