Amy Beckford Bailey, OJ, OD, MBE (27 November 1895 – 3 Oktober 1990) adalah seorang pendidik, pekerja sosial, dan pejuang hak perempuan asal Jamaika. Ia merupakan salah satu pendiri organisasi kemanusiaan Save the Children di Jamaika dan tokoh penting dalam upaya memperkenalkan program pengendalian kelahiran di negara tersebut.[1]
Sepanjang kariernya, Bailey menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Order of the British Empire, Jamaican Order of Distinction, dan Marcus Garvey Award for Excellence pada tahun 1988. Pada tahun 1990, tak lama sebelum wafatnya, ia dianugerahi Order of Jamaica.[1]
Masa awal
Amy Beckford Bailey lahir pada 27 November 1895 di Walderston, Manchester Parish, Jamaika. Ia merupakan anak kelima dari delapan bersaudara, putri pasangan Anne (née Lawson) dan William Frederick Bailey, yang keduanya berprofesi sebagai guru.[2]
Ayahnya, pendiri Jamaica Union of Teachers, mendorong semua anaknya untuk menjadi guru karena pada masa itu hanya sedikit kesempatan yang terbuka bagi warga kulit hitam di Jamaika.[2]
Bailey menempuh pendidikan dasar di Mount Olivet Primary School, kemudian melanjutkan ke Shortwood Teacher’s College dan lulus pada tahun 1917. Tak lama setelah itu, ia menderita dismenore berat. Selama masa pemulihan, ia belajar mandiri dan memperoleh keterampilan di bidang akuntansi, pembukuan, dan stenografi.[3]
Karier
Pada Januari 1920, Amy Beckford Bailey mulai mengajar di Kingston Technical High School (KTHS). Ia awalnya dipekerjakan untuk menggantikan kakaknya, Ivy, yang mengambil cuti selama tiga bulan. Namun, setelah Ivy tidak kembali, Bailey melanjutkan tugasnya sebagai pengajar stenografi dan tetap bekerja di sekolah tersebut hingga tahun 1958.[1]
Setelah pensiun dari KTHS, ia mengajar di College of Arts, Science and Technology dari tahun 1958 hingga 1963.[4]
Kegiatan sosial publik
Pada tahun 1936, Amy Beckford Bailey dan saudara perempuannya, Ina, mendirikan Women’s Liberal Club (WLC). Tujuannya membantu perempuan memperluas kesempatan kerja, karena saat itu promosi jabatan jarang didasarkan pada kemampuan, melainkan pada kedekatan dengan laki-laki berpengaruh. Mereka percaya bahwa peningkatan status sosial ekonomi perempuan akan memperkuat kebanggaan budaya dan nasional.[5]
Pada tahun 1939, WLC mengadakan konferensi untuk membahas berbagai hambatan yang dihadapi perempuan. Mereka menyoroti bahwa perempuan dilarang duduk di Dewan Legislatif, tidak bisa menjadi pejabat publik seperti inspektur, juri, hakim perdamaian, atau polisi, serta terhambat untuk menempati posisi tinggi di birokrasi. Diskriminasi ras juga membatasi peluang kerja mereka. Bailey merangkum hasil konferensi tersebut menjadi rekomendasi resmi yang diserahkan kepada gubernur pada tahun 1941. Hasilnya, disahkan undang-undang yang melarang diskriminasi berdasarkan jenis kelamin dan membuka kesempatan bagi perempuan untuk memegang jabatan publik.[5]
Bailey juga menyoroti ketimpangan sosial dan rasial melalui serangkaian artikel di surat kabar The Gleaner. Ia menulis secara terbuka tentang diskriminasi yang membuat warga kulit hitam hanya bekerja di sektor kasar, kulit cokelat di posisi menengah, dan kulit putih di jabatan tinggi. Dalam tulisannya berjudul “Not Wanted—I” (1937), ia menggambarkan sulitnya perempuan memperoleh pekerjaan sesuai kemampuan mereka. Beberapa bulan kemudian, dalam artikel “Discrimination”, ia menyerukan agar perempuan memboikot lembaga yang memperlakukan mereka secara tidak adil. Meskipun tulisannya dikritik dan dianggap memicu konflik ras, Bailey menegaskan bahwa ia hanya ingin membuka kesadaran publik dan mendorong perubahan hukum.[5]
Pada tahun 1937, Bailey bekerja sama dengan aktivis May Farquharson untuk memperjuangkan kesejahteraan perempuan. Mereka membahas isu perencanaan keluarga dan mendirikan Save the Children Fund pada tahun 1938 bersama Mary Morris Knibb, Dr. Jai Lal Varma, dan Dr. Pengelley. Dengan dukungan dana awal dari ayah Farquharson, Bailey pergi ke London bersama aktivis Una Marson untuk menggalang dana guna menyediakan makanan, pakaian, dan buku bagi anak sekolah di Jamaika. Kampanye itu sukses besar, dan organisasi tersebut masih bertahan hingga kini.[6]
Saat berada di Inggris, Bailey menjadi warga Jamaika pertama yang memberikan kesaksian di hadapan Royal Commission yang dipimpin Walter Guinness, 1st Baron Moyne, mengenai ketegangan buruh dan kondisi politik di Jamaika. Ia juga bertemu dengan tokoh-tokoh pendukung perencanaan keluarga, yang kemudian menginspirasi peluncuran kampanye pengendalian kelahiran di Jamaika pada tahun 1939 melalui seminar di Ward Theater.
Sebelum seminar itu, dua dokter Dr. Varma dan Dr. William Edward Mcculloch—menulis di The Gleaner untuk mendukung pengendalian angka kelahiran, yang mereka anggap menghambat kemajuan ekonomi. Gereja menolak pandangan tersebut, dengan alasan bahwa pengaturan kelahiran adalah urusan pribadi keluarga.[7] Bailey memandangnya sebagai isu kesetaraan gender dan ras, lalu bekerja sama dengan Farquharson dan aktivis sosial Judith Decordova untuk mengundang Edith How-Martyn, feminis asal Inggris, mengadakan tur ceramah selama tiga bulan di seluruh Jamaika.[7] Mereka kemudian mendirikan klinik pertama pada tahun 1939 di 24 East Race Course, yang menyediakan layanan penitipan anak dan kelas pengasuhan. Meski mendapat tentangan dari berbagai pihak, program ini terus berjalan hingga akhirnya diambil alih oleh pemerintah di bawah program resmi Keluarga Berencana.
Pada tahun yang sama, Bailey juga bertemu Gubernur Edward Brandis Denham untuk menyampaikan keluhan tentang terbatasnya kesempatan kerja bagi pemuda kulit hitam. Ia menyoroti siswa-siswa lulusan sekolah teknik yang tidak diterima di layanan publik. Dua minggu setelah pertemuan itu, dibentuk komite untuk meninjau kebijakan tersebut. Hasilnya, sejak 1939, lulusan sekolah teknik diperbolehkan mengikuti ujian pegawai negeri dan bekerja di sektor perbankan maupun bisnis.[3]
Tahun 1944, penasihat Comptroller for Colonial Development and Welfare for the West Indies mengkritik perempuan Jamaika karena dianggap kurang berkontribusi bagi negara. Bailey menanggapinya dengan mendirikan Homecraft Training Centre untuk membangun kemandirian dan rasa percaya diri perempuan melalui pelatihan keterampilan.[8] Dua tahun kemudian, dengan dana pribadi, ia membeli lahan di 4 Rosedale Avenue, Kingston, dan mulai membuka kelas ekonomi rumah tangga. Pusat pelatihan ini mengajarkan tata boga, keterampilan rumah tangga, menjahit, serta bahasa Inggris dan aritmetika dasar. Bailey memimpin pusat tersebut hingga pensiun pada tahun 1978.
Amy Beckford Bailey meninggal dunia pada 3 Oktober 1990 di Nuttall Memorial Hospital, Kingston, Jamaika.[9]
Warisan
Sepanjang hidupnya, Amy Beckford Bailey menerima berbagai penghargaan dan kehormatan atas pengabdiannya. Pada tahun 1978, ia dianugerahi Order of Distinction oleh Pemerintah Jamaika atas jasa-jasanya di bidang pelayanan publik. Pada Januari 1988, ia kembali menerima Marcus Garvey Award for Excellence sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya dalam mengembangkan program sosial di Jamaika.[1] Pada tahun 1990, Sistren Research memproduksi film dokumenter yang mengangkat kehidupan Bailey dan May Farquharson, persahabatan mereka, serta perjuangan keduanya dalam memperjuangkan kesetaraan politik dan ekonomi bagi perempuan. Dalam peringatan International Women’s Day pada 8 Maret 1990, Bailey dan Farquharson dianugerahi Order of Jamaica atas kontribusi besar mereka terhadap hak-hak perempuan. Upacara penganugerahan resmi digelar pada 5 Juni 1990.[10]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.